kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 18.010   3,00   0,02%
  • IDX 6.142   33,77   0,55%
  • KOMPAS100 810   8,96   1,12%
  • LQ45 618   9,83   1,62%
  • ISSI 211   -0,32   -0,15%
  • IDX30 350   6,27   1,83%
  • IDXHIDIV20 437   8,24   1,92%
  • IDX80 93   1,12   1,22%
  • IDXV30 118   0,75   0,64%
  • IDXQ30 113   2,28   2,06%

WHO: Pandemi virus corona masih jauh dari selesai


Senin, 12 April 2021 / 22:23 WIB
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers di Jenewa, Swiss, 3 Juli 2020. Fabrice Coffrini/Pool via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, kebingungan dan rasa puas diri dalam menangani virus corona berarti pandemi masih jauh dari selesai.

Tetapi, dia menegaskan, dunia bisa mengendalikan pandemi virus corona dalam beberapa bulan dengan tindakan kesehatan masyarakat yang sudah terbukti.

"Kami juga ingin melihat masyarakat dan ekonomi dibuka kembali, dan perjalanan serta perdagangan dilanjutkan," kata Tedros dalam jumpa pers, Senin (12/4), seperti dikutip Reuters.

"Tapi sekarang, unit perawatan intensif di banyak negara meluap dan orang-orang sekarat. Dan, itu benar-benar bisa dihindari," ujarnya.

Baca Juga: Semakin menggila, Thailand catat rekor tertinggi baru kasus harian virus corona

"Pandemi Covid-19 masih jauh dari selesai. Tapi, kita punya banyak alasan untuk optimistis," tegas Tedros.

Penurunan kasus dan kematian selama dua bulan pertama tahun ini menunjukkan, penyebaran virus corona dan varian baru yang lebih menular bisa dikendalikan. 

Pandemi tumbuh secara eksponensial

Menurut Tedros, pendorong penularan virus corona adalah "kebingungan, kepuasan diri, dan ketidakkonsistenan dalam langkah-langkah kesehatan masyarakat".

India telah mengambil alih Brasil untuk menjadi negara dengan jumlah infeksi tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Baca Juga: Jadi negara dengan kasus virus corona terbanyak kedua di dunia, India salip Brasil




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×