kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

WHO sangat prihatin dengan penderita Long COVID-19, ada 200 gejala


Kamis, 05 Agustus 2021 / 15:03 WIB
WHO sangat prihatin dengan penderita Long COVID-19, ada 200 gejala
ILUSTRASI. Menurut WHO, Long COVID-19 menjadi salah satu aspek pandemi yang paling misterius. REUTERS/Denis Balibouse.


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Dengan hampir 200 juta orang mengidap COVID-19, WHO mengatakan pada Rabu (4 Agustus), sangat prihatin dengan jumlah tak diketahui yang masih menderita COVID-19 yang berkepanjangan alias Long COVID-19.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mendesak orang-orang yang berjuang dengan dampak setelah negatif dari COVID-19, meskipun telah pulih dari fase akut, untuk mencari bantuan medis.

Long COVID-19 menjadi salah satu aspek pandemi yang paling misterius.

"Sindrom pasca-COVID ini, atau Long COVID, adalah sesuatu yang sangat dikhawatirkan oleh WHO," kata Maria Van Kerkhove, Pemimpin Teknis COVID-19 di WHO, mengatakan pada konferensi pers.

"WHO memastikan, kami memiliki pengakuan atas ini (Long COVID-19), karena ini nyata," ujar dia, seperti dikutip Channel News Asia.

Baca Juga: WHO serukan moratorium booster vaksin COVID-19, ini alasannya

Ada 200 gejala Long Covid

Menurut Van Kerkhove, tentang mereka yang terinfeksi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan penyakit COVID-19, "banyak yang menderita efek jangka panjang".

"Kami tidak tahu berapa lama efek ini bertahan dan kami bahkan sedang mengerjakan definisi kasus untuk lebih memahami dan menggambarkan apa sindrom pasca-COVID ini," ungkap Van Kerkhove.

Dia menyebutkan, WHO sedang bekerja untuk memiliki program rehabilitasi yang lebih baik untuk penderita Long COVID-19. 

Ditambah, penelitian yang lebih luas untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sindrom ini dan bagaimana hal itu bisa dikelola.

Baca Juga: Peringatan WHO: Minggu ini, kasus COVID-19 global bisa melebihi 200 juta




TERBARU

[X]
×