kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

WHO: Setengah Populasi Eropa akan Terinfeksi Varian Omicron dalam 6 Minggu ke Depan


Selasa, 11 Januari 2022 / 21:29 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria berjalan melewati Soho Pharmacy, Handsworth, Birmingham, Inggris, 10 Januari 2022. WHO mengatakan, lebih dari setengah populasi Eropa akan terinfeksi varian Omicron dalam enam minggu ke depan. REUTERS/Carl Recine.


Sumber: Al Jazeera | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan, lebih dari setengah populasi Eropa akan terinfeksi virus corona varian Omicron dalam enam hingga delapan minggu ke depan.

Eropa mencatat lebih dari tujuh juta kasus baru Covid-19 pada minggu pertama 2022, lebih dari dua kali lipat dibanding pekan sebelumnya, Hans Kluge, Direktur WHO Eropa, mengatakan pada Selasa (11/1).

“Pada tingkat ini, Institute for Health Metrics and Evaluation memperkirakan, lebih dari 50 persen populasi di wilayah tersebut akan terinfeksi Omicron dalam 6-8 minggu ke depan,” kata Kluge, seperti dikutip Al Jazeera.

Sementara Senior Emergency Officer WHO Eropa Catherine Smallwood memperingatkan, agar tidak memperlakukan Covid-19 sebagai penyakit endemik seperti flu.

Baca Juga: Meski Kasus Covid-19 Melonjak, 1 Juta Warga India Tetap Gelar Ritual di Sungai Gangga

"Kita masih memiliki sejumlah besar ketidakpastian, dan virus yang berkembang cukup cepat, menimbulkan tantangan baru," ujarnya dalam konferensi pers, seperti dilansir Al Jazeera. 

“Kita tentu belum sampai pada titik yang bisa disebut endemik,” tambah dia.

Peringatan tersebut muncul setelah Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan, mungkin sudah waktunya untuk mengubah cara dunia melacak evolusi Covid-19. 

Karena tingkat kematiannya telah turun, Sanchez berpendapat, virus corona harus dilacak sebagai cerobong asap. Untuk itu, Covid-19 diperlakukan sebagai "penyakit endemik", bukan pandemi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×