WHO tidak dapat memaksa China memberikan lebih banyak info tentang asal-usul COVID-19

Selasa, 08 Juni 2021 | 13:39 WIB Sumber: Al Jazeera
WHO tidak dapat memaksa China memberikan lebih banyak info tentang asal-usul COVID-19

ILUSTRASI. WHO. REUTERS/Denis Balibouse


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seorang pejabat tinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak dapat memaksa China untuk membocorkan lebih banyak data tentang asal-usul COVID-19, sambil menambahkan bahwa pihaknya akan mengusulkan studi yang diperlukan untuk memahami di mana virus itu muncul ke tingkat berikutnya.

Ditanya oleh seorang reporter bagaimana WHO akan memaksa China untuk lebih terbuka, Mike Ryan, direktur program kedaruratan WHO, mengatakan pada konferensi pers bahwa pihaknya tidak memiliki kekuatan untuk memaksa siapa pun dalam hal ini.

“Kami sangat mengharapkan kerja sama, masukan, dan dukungan dari semua negara anggota kami dalam upaya itu,” kata Ryan, Senin.

Baca Juga: Laporan AS menyimpulkan Covid-19 mungkin bocor dari laboratorium Wuhan

Ada teori yang mengatakan bahwa virus itu melompat dari hewan, mungkin dimulai dengan kelelawar, ke manusia, atau bahwa virus itu lolos dari laboratorium di Wuhan, Cina.

Teori kebocoran laboratorium Wuhan baru-baru ini menjadi subyek perdebatan publik baru setelah beberapa ilmuwan terkemuka menyerukan penyelidikan penuh tentang asal usul virus.

Hipotesis bahwa virus itu secara tidak sengaja bocor dari laboratorium sebagian besar diabaikan oleh para ilmuwan pada tahap awal wabah virus corona. China telah berulang kali membantah bahwa laboratorium itu bertanggung jawab atas wabah tersebut.

Anggota tim WHO yang mengunjungi China awal tahun ini untuk mencari asal-usul COVID-19 mengatakan bahwa mereka tidak memiliki akses ke semua data, mendorong perdebatan terus-menerus tentang transparansi negara tersebut.

Mantan Presiden AS Donald Trump dan para pendukungnya secara konsisten memperkuat teori konspirasi bahwa China sengaja membocorkan virus tersebut.

Menteri Luar Negeri AS saat itu Mike Pompeo bersikeras tahun lalu bahwa ada bukti signifikan bila virus itu berasal dari laboratorium, sementara tidak merilis bukti dan mengakui bahwa tidak ada kepastian.

Selanjutnya: Infeksi virus corona merosot drastis, India mulai pelonggaran pembatasan

 

Editor: Handoyo .

Terbaru