kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.924   54,00   0,30%
  • IDX 5.698   -122,57   -2,11%
  • KOMPAS100 735   -16,76   -2,23%
  • LQ45 560   -12,92   -2,26%
  • ISSI 198   -3,57   -1,78%
  • IDX30 318   -7,12   -2,19%
  • IDXHIDIV20 392   -8,65   -2,16%
  • IDX80 84   -1,95   -2,28%
  • IDXV30 107   -1,62   -1,49%
  • IDXQ30 103   -2,18   -2,08%

World Bank: Pemulihan ekonomi Jepang memakan waktu lima tahun


Selasa, 22 Maret 2011 / 09:05 WIB
ILUSTRASI. Meditasi online tenaga medis RS Mitra Keluarga Waru Surabaya yang diadakan oleh The Golden Space Indonesia.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada 11 Maret lalu membuat Negeri Sakura itu luluh lantak. Kejadian itu merenggut 8.450 nyawa dan menghancurkan ribuan bangunan.

Menurut World Bank, Jepang membutuhkan waktu setidaknya lima tahun untuk membangun kembali negaranya. "Jika dilihat, tingkat Produk Domestik Bruto riil akan negatif hingga pertengahan 2011. Pertumbuhan ekonomi Jepang bakal terangkat seiring dilakukannya upaya rekonstruksi yang akan memakan waktu lima tahun," jelas World Bank.

World Bank mencatat, dari kejadian itu, kerugian yang dialami Jepang mencapai US$ 122 miliar hingga US$ 235 miliar. "Melorotnya perekonomian Jepang dalam jangka pendek akan berdampak negatif bagi ekonomi kawasan regional. Pasalnya, arus perdagangan dan investasi terhambat," jelas World Bank dalam laporannya.

Ditambahkan pula, sektor yang mengalami pukulan paling besar adalah industri otomotif dan elektronik.





TERBARU

[X]
×