kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Wuih, Arab Saudi tangkap 298 pejabat publik dalam penyelidikan korupsi baru


Senin, 16 Maret 2020 / 12:26 WIB
Wuih, Arab Saudi tangkap 298 pejabat publik dalam penyelidikan korupsi baru
ILUSTRASI. Putra Mahkota Mohammed Bin Salman. REUTERS/Jorge Silva

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Pemerintah Arab Saudi pada hari Minggu (15/3) mengumumkan penahanan ratusan pejabat pemerintah, termasuk perwira militer dan keamanan, atas tuduhan yang melibatkan suap dan mengeksploitasi kantor publik. Arab Saudi juga mengatakan, para penyelidik akan segera menuntut mereka.

Mengutip Reuters, sejumlah elit ekonomi dan politik kerajaan ditahan pada tahun 2017 di hotel Ritz-Carlton Riyadh dalam tindakan keras korupsi yang meresahkan beberapa investor asing.

Pengadilan kerajaan mengatakan tahun lalu pihaknya meredam kampanye itu setelah 15 bulan. Akan tetapi pihak berwenang kemudian mengatakan mereka akan mulai mengejar lagi para koruptor yang dilakukan oleh pegawai pemerintah biasa.

Baca Juga: Demi ambisi, Putra Mahkota Arab Saudi tangkap pamannya dengan tuduhan kudeta

Reuters memberitakan, sebuah badan anti-korupsi yang dikenal sebagai Nazaha menuliskan tweeted pada hari Minggu bahwa mereka telah menangkap dan akan mendakwa 298 orang atas kejahatan seperti penyuapan, penggelapan, dan penyalahgunaan kekuasaan yang melibatkan total 379 juta riyal (US$ 101 juta).

Di antara mereka yang terlibat adalah delapan petugas kementerian pertahanan yang dicurigai melakukan suap dan pencucian uang sehubungan dengan kontrak pemerintah selama tahun 2005-2015, dan 29 pejabat kementerian dalam negeri di Provinsi Timur, termasuk tiga kolonel, seorang mayor jenderal dan seorang brigadir jenderal.

Baca Juga: Dua pangeran senior ditahan, apa yang terjadi dengan keluarga Kerajaan Saudi?

Dua hakim juga ditahan karena menerima suap, bersama dengan sembilan pejabat yang dituduh melakukan korupsi di Universitas AlMaarefa Riyadh yang mengakibatkan kerusakan parah pada sebuah bangunan dan menyebabkan kematian dan cedera, kata Nazaha.

Sayang, badan tersebut tidak memberikan nama dan sedikit detail lainnya tentang kasus-kasus tersebut.

 



TERBARU

[X]
×