kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Wyeth potong harga susu di China


Kamis, 04 Juli 2013 / 22:05 WIB
ILUSTRASI. Petugas mengoperasikan 'stekker recliming' untuk memindahkan batubara ke 'conveyor belt'. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Dessy Rosalina

SHANGHAI. Dua produsen susu bayi, Nestle dan Danone, berencana menurunkan harga jual susu formula di China. Pemotongan harga merupakan respons atas investigasi Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional China (NDRC), awal pekan kemarin.

Wyeth, anak usaha Nestle, menurunkan harga jual susu formula bayi 6%–20%. Wyeth juga berjanji tidak menaikkan harga jual selama satu tahun. "Hal ini mengejutkan dan bisa memicu reaksi produsen susu lain. Tapi ini berdampak pada keuntungan Wyeth," ujar Jon Cox, Kepala Ekuitas Kepler di Swiss, dikutip Bloomberg (3/7).

Prediksi Wyeth, pemotongan harga akan menghemat anggaran belanja konsumen mencapai CNY 450 juta atau US$ 73 juta dalam 12 bulan mendatang. Sementara itu, Danone masih menghitung besaran penurunan harga jual. NDRC menuduh lima produsen susu bayi asing di Tiongkok kompak melakukan pengaturan harga. Sejak 2008, harga susu di China telah naik 30%.




TERBARU

[X]
×