kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.004,21   -4,21   -0.42%
  • EMAS1.133.000 0,18%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Xi Jinping Bersedia Bekerja Sama dengan AS Meski Banyak Perbedaan


Minggu, 29 Oktober 2023 / 14:00 WIB
Xi Jinping Bersedia Bekerja Sama dengan AS Meski Banyak Perbedaan
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping menyampaikan pandangannya saat pembukaan KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Prasetyo Utomo/wsj.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Presiden China, Xi Jinping, pada hari Rabu (25/10) menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan AS sambil mengelola perbedaan kedua negara.

Xi mengatakan, setiap kesepakatan yang lahir dari kedua negara akan menjadi hal yang sangat penting bagi dunia. Xi menyerukan adanya hubungan bilateral yang lebih stabil.

Pesan Xi tersebut tertuang dalam surat yang disampaikannya  pada jamuan makan malam tahunan Komite Nasional Hubungan AS-China yang berkantor pusat di New York.

Baca Juga: China Copot Menteri Pertahanan Setelah Menghilang 2 Bulan

Dalam surat tersebut Xi merasa hubungan bilateral yang baik harus dibangun berdasarkan prinsip-prinsip saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan.

Pandangan positif Xi ini juga muncul sebelum kunjungan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, ke Washington pada hari Kamis hingga Sabtu pekan ini.

Kunjungan tersebut sekaligus menandai pertemuan tatap muka tingkat tertinggi menjelang pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan Xi pada KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) bulan November di San Francisco.

Baca Juga: China Semakin Gencar Selidiki Perusahaan Asing, Ada Apa?

Sejumlah pejabat tinggi kedua negara termasuk para menteri luar negeri juga telah bertemu di Beijing musim panas ini.

Para pengamat di China percaya bahwa kunjungan Wang ke Washington pekan ini akan membuka jalan bagi pertemuan khusus antara dua pemimpin negara. Di sisi lain, AS dianggap harus menghilangkan kecurigaannya atas ketulusan China.

"Pengamat yakin kunjungan Wang akan membuka jalan bagi kemungkinan pertemuan antara kepala kedua negara, namun mereka menambahkan bahwa Washington harus menunjukkan upaya nyata untuk mengatasi kekhawatiran atas sikap Beijing dan menunjukkan ketulusannya," tulis media nasional China, Global Times.

Selanjutnya: Pertama Kali Indonesia Diundang G7, Mendag Zulkifli: Hilirisasi Kunci Resiliensi

Menarik Dibaca: Anti Dempul! Ini 5 Tips Memakai Foundation Full Coverage dengan Mudah




TERBARU
Kontan Academy
Outlook 2024, Meneropong saham unggulan di Tahun Politik The Coughing Dragon | Global Market Series - China

[X]
×