kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.039.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.778   -45,00   -0,27%
  • IDX 8.197   -125,44   -1,51%
  • KOMPAS100 1.150   -19,13   -1,64%
  • LQ45 832   -11,23   -1,33%
  • ISSI 291   -5,65   -1,90%
  • IDX30 440   -6,08   -1,36%
  • IDXHIDIV20 529   -5,52   -1,03%
  • IDX80 128   -1,96   -1,51%
  • IDXV30 144   -1,78   -1,22%
  • IDXQ30 142   -1,82   -1,27%

Yen Menguat, Sentimen Nvidia dan Ketidakpastian Tarif AS Gerakkan Pasar Global


Kamis, 26 Februari 2026 / 12:57 WIB
Yen Menguat, Sentimen Nvidia dan Ketidakpastian Tarif AS Gerakkan Pasar Global
ILUSTRASI. Yen Jepang menguat 0,3% ke 155,87 per dolar AS. Kebijakan BOJ jadi sorotan utama, apa dampaknya bagi investor? (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Yen Jepang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan Asia pada Kamis (26/2/2026), didorong oleh komentar pejabat bank sentral Jepang serta sentimen positif dari laporan kinerja perusahaan teknologi global.

Penguatan mata uang Jepang terjadi di tengah meningkatnya kepercayaan investor setelah proyeksi pendapatan yang kuat dari raksasa chip AI, Nvidia, sekaligus menunggu kejelasan kebijakan tarif terbaru AS terhadap impor barang asing.

Pada perdagangan terakhir, yen menguat sekitar 0,3% ke level 155,87 per dolar AS. Mata uang ini berhasil pulih setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terlemah dalam dua pekan terakhir.

Baca Juga: Macron Perbarui Doktrin Nuklir Prancis, Eropa Mulai Ragu Payung AS

Faktor Kebijakan Moneter Jepang

Stabilitas yen didukung oleh pernyataan pejabat Bank of Japan (BOJ). Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, menegaskan bank sentral akan mencermati data ekonomi dalam pertemuan Maret dan April untuk menentukan apakah kenaikan suku bunga diperlukan dalam waktu dekat.

Namun, dinamika politik juga memengaruhi arah kebijakan moneter. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dilaporkan menunjukkan kehati-hatian terhadap kenaikan suku bunga tambahan.

Menurut analisis Bank of America, perkembangan terbaru memperkuat persepsi bahwa pemerintahan Takaichi cenderung mendukung kebijakan moneter yang longgar (dovish). Meski demikian, pelemahan yen yang tidak terkendali dinilai berisiko secara politik.

Sementara itu, anggota dewan BOJ yang dikenal hawkish, Hajime Takata, menekankan pentingnya mengantisipasi risiko lonjakan inflasi dan menyerukan kenaikan suku bunga secara bertahap.

Analis dari Capital Economics menilai bahwa upaya pemerintah memengaruhi BOJ berpotensi memicu gejolak di pasar obligasi dan mata uang Jepang. Namun, fundamental pasar dinilai masih mendukung stabilisasi obligasi pemerintah Jepang dan pemulihan yen.

Baca Juga: Harga Lithium China Meroket! Ini Faktor Kenaikannya

Ketidakpastian Tarif AS

Indeks dolar AS tercatat stabil di 97,585, di tengah ketidakpastian terkait respons Presiden Donald Trump terhadap putusan Mahkamah Agung AS pada 20 Februari yang membatalkan tarif darurat.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan tarif impor untuk beberapa negara dapat naik menjadi 15% atau lebih dari tarif baru 10%, meski belum merinci negara mana yang terdampak.

Analis Westpac mencatat pidato kenegaraan Trump tahun 2026 berfokus pada ekonomi, tetapi minim detail kebijakan baru, termasuk mekanisme penerapan tarif yang berpotensi melanggar perjanjian dagang.

Sentimen Pasar Global

Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik tipis menjadi 4,0442%.

Pelaku pasar hampir sepakat bahwa Federal Reserve tidak akan mengubah suku bunga pada pertemuan berikutnya. Data dari alat FedWatch milik CME Group menunjukkan probabilitas 98% suku bunga akan tetap ditahan pada pertemuan 18 Maret.

Di pasar valuta lainnya:

  • Dolar AS melemah 0,3% terhadap yuan offshore ke 6,8324

  • Euro naik tipis ke US$1,1817

  • Poundsterling stabil di US$1,3555

  • Dolar Australia bertahan di US$0,7126

  • Dolar Selandia Baru sempat turun di bawah US$0,60 sebelum kembali ke US$0,6003

Baca Juga: Moody’s: Defisit Fiskal Vietnam Melebar Imbas Belanja Infrastruktur Jumbo

Aset Kripto Melemah

Di sisi lain, aset kripto mengalami tekanan:

  • Bitcoin turun 0,7% ke US$68.478,38

  • Ether merosot 2% ke US$2.059,01

Pasar kini menanti arah kebijakan moneter global dan kepastian tarif perdagangan AS yang berpotensi menjadi penentu pergerakan mata uang dan aset berisiko dalam jangka pendek.

Selanjutnya: Jadwal Buka Puasa Balikpapan Kamis (26/2) Resmi Kemenag RI

Menarik Dibaca: Promo Tiket Pelni Lebaran: Diskon 30% Bikin Mudik Hemat, Cek Syarat dan Ketentuannya




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×