kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.713   5,00   0,03%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Zat radioaktif menyebar, jumlah korban gempa Jepang diperkirakan bertambah


Sabtu, 12 Maret 2011 / 16:46 WIB
ILUSTRASI. KKN di Desa Penari


Reporter: Edy Can, | Editor: Edy Can

TOKYO. Kerusakan akibat gempa hebat dan tsunami yang menghantam pesisir utara Jepang diperkirakan semakin bertambah berat setelah pembangkit listrik bertenaga nuklir di Fukushima meledak. Dikhawatirkan jumlah korban yang tewas akan mencapai 1.600 orang.

Berdasarkan Badan Keselamatan Nuklir dan Industri Jepang, zat radioaktif telah bertebaran di sekitar pembangkit listrik milik Tokyo Electric Power Co. Fukushima No. 1. Jumlah zat radioaktif itu dideteksi sudah meningkat 1.000 kali dari kadar normal di ruang pengendali. "Ini gempa bumi terbesar sejak jaman restorasi Meiji dan mungkin lebih dari 1.000 orang kehilangan nyawa," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yukio Edano, Sabtu (12/3).

Hingga saat ini, jumlah korban yang tewas telah mencapai 564 orang. Polisi telah menemukan sekitar 200 orang meninggal di Sendai akibat goncangan gempa berkekuatan 8,9 skala Richter yang terjadi kemarin.

Selain itu, Prefektur Miyagi telah melaporkan sebanyak 200 jenazah lagi sudah dikirimk ke gimnasium di Iwanuma dan Natori. Hingga kini sekitar 600 orang dinyatakan hilang.

Sementara itu, Badan Manajemen Gempa dan Kebakaran Jepang melaporkan, sebanyak 3.400 bangunan rusak. Sekitar 200 lainnya terbakar. Di Prefektur Fukushima, sebanyak 1.800 rumah roboh.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×