kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Asap mengepul dari pembangkit listrik nuklir Jepang


Sabtu, 12 Maret 2011 / 16:26 WIB
ILUSTRASI. NCT Dream boygoup asal SM Entertainment


Reporter: Edy Can, Kyodo News | Editor: Edy Can

SENDAI. Kondisi pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang kian mencemaskan. Dinding sebuah bangunan di pembangkit listrik tersebut hancur pada Sabtu (12/3). Asap juga menyembul dari pembangkit listrik milik Tokyo Eletric Power Co yang berada di Fukushima, sekitar 240 kilometer utara Tokyo.

Para pejabat mulai mengkhawatirkan, pembangkit listrik nuklir itu bakal meleleh setelah sistem pendinginan tidak bekerja memadai akibat hantam gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat (11/3) kemarin. Hingga saat ini belum diketahui, seberapa besar kerusakan yang terjadi pada pabrik setrum tersebut.

Prefektur Fukushima, Masato Abe mengaku tidak mengetahui penyebab runtuhnya dinding dan asap yang keluar dari pembangkit listrik tenaga nuklir itu. Dia menampik jika telah terjadi ledakan.

Sebelumnya, Badan Keselamatan Industri dan Nuklir Jepang mengatakan, pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut sudah menyebarkan uap radioaktif. Operator telah mendeteksi adanya tingkat radiasi meningkat delapan kali di luar fasilita pembangkit dan 1.000 kali normal di dalam ruang kontrol.

Ryohei Shiomoi, seorang pejabat keselamatan nuklir Jepang mengatakan, jika pembangkit listrik nuklir itu meleleh tidak akan menimbulkan dampak bagi orang di luar radiso 10 kilometer. Pemerintah Jepang sendiri telah mengirimkan tim penyelamat dan mengevakuasi sekitar 3.000 penduduk di sekitar pembangkit listrik tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×