: WIB    —   
indikator  I  

Amazon siap beradu di bisnis makanan siap santap

Amazon siap beradu di bisnis makanan siap santap

KONTAN.CO.ID - Amazon.com Inc, seperti yang dilansir dari Reuters (13/8), tengah menjajak bisnis makanan siap santap tanpa pendinginan, dimana jenis makanan tersebut telah dikembangkan militer Amerika Sebelumnya. Langkah Amazon.com ini merupakan inovasi untuk bersaing di bisnis toko bahan makanan/kelontong AS yang pasarnya ditaksir mencapai US$ 700 miliar.

Perusahaan ritel online terbesar di dunia itu telah mendiskusikan penjualan makanan siap santap (ready-to-eat) beberapa varian seperti beef stew dan frittata di tahun depan. Piringnya akan mudah ditimbun dan dikirim karena tidak memerlukan pendinginan dan bisa ditawarkan dengan harga yang cukup murah dibandingkan dengan menu take-out di restoran pada umumnya.

Jika teknologi makanan mutakhir membuahkan hasil, dan Amazon menerapkannya dalam skala besar, ini akan menjadi langkah maju bagi perusahaan karena tampaknya menarik lebih banyak pelanggan toko grosir yang beralih ke pilihan makanan cepat dan mudah di rumah.

Layanan lawas milik perusahaan yakni AmazonFresh akan difungsikan untuk pengantaran makanan tersebut. Sementara itu Amazon Inc menyiapkan dana US$ 13 miliar untuk mengakuisisi Wholes Foods Market Inc dan sebuah convenience store, Amazon's checkout-free, dimana masih uji coba.

Teknologi preparat makanan perintis, yang dikenal sebagai sterilisasi termal dengan microwave, atau MATS, dikembangkan oleh para periset di Washington State University, dan dibawa ke pasar oleh sebuah startup yang didukung usaha yang disebut 915 Labs, yang berbasis di Denver.

Metode ini melibatkan penempatan paket makanan yang disegel oleh air yang bertekanan tinggi dan memanaskannya dengan microwave selama beberapa menit.

Tidak seperti metode pengolahan tradisional, di mana paket berada dalam pressure cooker hingga satu jam dimana bakteri dan nutrisi sebagian besar hilang, paket makanan mempertahankan rasa dan tekstur alami mereka, kata perusahaan itu. Mereka juga bisa disimpan di gudang penyimpanan selama setahun, yang akan membuat mereka cocok untuk model bisnis penyimpanan dan pengiriman Amazon.
 


Reporter Agung Hidayat
Editor Dessy Rosalina

E-COMMERCE

Feedback   ↑ x
Close [X]