INTERNASIONAL
Berita
Hubungan AS-Libya Makin Mesra

Hubungan AS-Libya Makin Mesra


Telah dibaca sebanyak 930 kali
Hubungan AS-Libya Makin Mesra

WASHINGTON. Besok, Sekretaris Negara AS Condoleezza Rice berencana mengunjungi Afrika Utara. Rencananya, Rice akan mempererat kerjasama dengan negara yang disebut-sebut AS sebagai negara pendukung terorisme, Libya. Pada kunjungan tersebut, Rice dijadwalkan akan bertemu dengan pimpinan Libya Kolonel Muammar Qaddafi. 

Adanya rencana kerjasama kedua negara ini cukup mencengangkan dunia internasional. Pasalnya, selama 39 tahun Qaddafi memegang tampuk kekuasaan, AS memasukkan Libya ke dalam daftar negara yang mensponsori aksi terorisme, termasuk di dalamnya pengeboman pada tahun 1988 pesawat Pan Am 103 yang menuju Lockerbie, Skotlandia dan melarang perusahaan asal Paman Sam itu membuka usaha di Libya.

Namun, saat ini, Libya membuka kerjasama di bidang intelijen dengan AS terkait aktivitas kelompok militan Islam Al Qaida di Afrika Utara. Tidak hanya itu, Libya juga membuka diri atas kerjasama perekonomian antar kedua negara. Beberapa di antaranya yakni dengan ditandatanganinya kontrak kerjasama atas beberapa perusahaan energi, telekomunikasi dan konstruksi AS yang nilainya mencapai miliaran dolar AS. Kerjasama itu ditujukan untuk meningkatkan produksi minyak di Libya, yang merupakan 3,4% dari cadangan minyak dunia. 

“Kami tidak merisaukan bentuk kerjasama yang terjalin. Yang paling penting, membangun hubungan untuk memberantas agresi, teror, perang, ledakan dan serangan-serangan lain,” kata Qaddafi.

Menurut David Welch, asisten sekretaris negara AS, bantuan Qaddafi dalam masalah intelijen sangat membantu AS. Sementara, penguasaan Libya atas beberapa ladang minyak besar di Afrika dan beberapa kawasan lain seperti Maroko, Algeria dan Tunisia menjadikan posisi Libya penting bagi AS dan Eropa.

Kunjungan Rice menandakan hubungan yang kian mesra dengan Libya. Departemen Negara AS mempublikasikan adanya kerjasama tersebut agar dapat menjadi contoh kepada negara-negara lain, seperti Iran maupun Korea Utara tentang apa yang dapat dinikmati jika mereka bekerjasama dengan negara adidaya itu. 

Editor: Barratut Taqiyyah.
Sumber: Bloomberg
Telah dibaca sebanyak 930 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Adu kuat APM lewat produk anyar

    +

    Di sektor otomotif, turunnya daya beli masyarakat sudah terasa sejak awal tahun ini.

    Baca lebih detail..

  • 2015, prinsipal otomotif tak pasang target muluk

    +

    Melempem. Satu kata ini bisa menggambarkan kondisi terkini industri otomotif tanah air.

    Baca lebih detail..

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: berita

    Filename: all_kanal/list_berita.php

    Line Number: 2

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: all_kanal/list_berita.php

    Line Number: 2