INTERNASIONAL
Berita
Hubungan AS-Libya Makin Mesra

Hubungan AS-Libya Makin Mesra


Telah dibaca sebanyak 887 kali
Hubungan AS-Libya Makin Mesra

WASHINGTON. Besok, Sekretaris Negara AS Condoleezza Rice berencana mengunjungi Afrika Utara. Rencananya, Rice akan mempererat kerjasama dengan negara yang disebut-sebut AS sebagai negara pendukung terorisme, Libya. Pada kunjungan tersebut, Rice dijadwalkan akan bertemu dengan pimpinan Libya Kolonel Muammar Qaddafi. 

Adanya rencana kerjasama kedua negara ini cukup mencengangkan dunia internasional. Pasalnya, selama 39 tahun Qaddafi memegang tampuk kekuasaan, AS memasukkan Libya ke dalam daftar negara yang mensponsori aksi terorisme, termasuk di dalamnya pengeboman pada tahun 1988 pesawat Pan Am 103 yang menuju Lockerbie, Skotlandia dan melarang perusahaan asal Paman Sam itu membuka usaha di Libya.

Namun, saat ini, Libya membuka kerjasama di bidang intelijen dengan AS terkait aktivitas kelompok militan Islam Al Qaida di Afrika Utara. Tidak hanya itu, Libya juga membuka diri atas kerjasama perekonomian antar kedua negara. Beberapa di antaranya yakni dengan ditandatanganinya kontrak kerjasama atas beberapa perusahaan energi, telekomunikasi dan konstruksi AS yang nilainya mencapai miliaran dolar AS. Kerjasama itu ditujukan untuk meningkatkan produksi minyak di Libya, yang merupakan 3,4% dari cadangan minyak dunia. 

“Kami tidak merisaukan bentuk kerjasama yang terjalin. Yang paling penting, membangun hubungan untuk memberantas agresi, teror, perang, ledakan dan serangan-serangan lain,” kata Qaddafi.

Menurut David Welch, asisten sekretaris negara AS, bantuan Qaddafi dalam masalah intelijen sangat membantu AS. Sementara, penguasaan Libya atas beberapa ladang minyak besar di Afrika dan beberapa kawasan lain seperti Maroko, Algeria dan Tunisia menjadikan posisi Libya penting bagi AS dan Eropa.

Kunjungan Rice menandakan hubungan yang kian mesra dengan Libya. Departemen Negara AS mempublikasikan adanya kerjasama tersebut agar dapat menjadi contoh kepada negara-negara lain, seperti Iran maupun Korea Utara tentang apa yang dapat dinikmati jika mereka bekerjasama dengan negara adidaya itu. 

Editor: Barratut Taqiyyah
Sumber: Bloomberg
Telah dibaca sebanyak 887 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Ada ratusan produk, pilih mana?

    +

    Ada sekitar 850 produk reksadana beredar saat ini. Pilihlah yang sesuai dengan gaya investasimu

    Baca lebih detail..

  • Menimbang return reksdana dan investasi lain

    +

    Return reksadana memang ciamik sepanjang tahun ini. Tapi, belakangan muncul gejolak di pasar. Apakah lebih baik mengamankan aset di instrumen aman seperti deposito, atau emas yang harganya sekarang lebih murah?

    Baca lebih detail..