Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - VIENNA. Eropa perlu bersiap memainkan peran yang lebih besar sebagai safe haven global seiring melemahnya dominasi dolar AS.
Untuk itu, kawasan ini harus memperkuat arsitektur keuangannya agar euro mampu mengambil porsi pasar yang lebih besar di kancah internasional.
Hal tersebut disampaikan anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) sekaligus Gubernur Bank Sentral Austria, Martin Kocher.
ECB pekan lalu mengumumkan rencana memperluas akses backstop likuiditas euro guna meningkatkan posisi global mata uang tersebut.
Baca Juga: Demam Safe Haven Global, Citigroup Proyeksikan Harga Perak Akan Tembus Segini
ECB juga akan menyerahkan daftar tugas kepada para pemimpin Uni Eropa, dengan harapan reformasi keuangan yang lama dibahas dapat segera dipercepat.
Langkah ini muncul di tengah hubungan Eropa–Amerika Serikat yang kian bergejolak serta meningkatnya persaingan ekonomi dari China, yang mendorong Eropa meninjau ulang perannya di panggung global.
Kocher menilai minat terhadap euro terus menguat dan mendorong mata uang itu semakin dipandang sebagai aset aman.
Euro tercatat menguat sekitar 14% terhadap dolar AS dibandingkan setahun lalu, dipicu melemahnya kepercayaan terhadap kebijakan perdagangan AS yang dinilai tidak konsisten serta meningkatnya keyakinan pasar terhadap belanja pertahanan dan infrastruktur di Eropa.
Baca Juga: Emas Makin Berkilau Usai Tembus ke US$ 5.000 Ditopang Lonjakan Permintaan Safe Haven
Meski lebih dari separuh cadangan devisa global masih disimpan dalam dolar AS, porsinya terus menyusut selama satu dekade terakhir. Pergeseran ini diperkirakan memberi keuntungan bagi euro yang saat ini menguasai sekitar 20% pangsa cadangan global.
Kocher menekankan, meskipun bukan tujuan utama, Eropa bisa saja “terpaksa” memainkan peran yang lebih besar secara internasional sehingga kesiapan menjadi krusial.
Sebagai bagian dari persiapan, ECB membahas berbagai instrumen stabilisasi sistem keuangan internasional, termasuk repo internasional dan swap.
Rincian fasilitas backstop euro yang diperbarui, dikenal sebagai repo lines. dijadwalkan diumumkan Presiden ECB Christine Lagarde dalam waktu dekat.
Kocher juga menyinggung sikap pemerintah AS terhadap pelemahan dolar yang dinilai tidak mengindikasikan perubahan kebijakan. Menurutnya, jika AS tidak khawatir, kecil kemungkinan akan ada langkah penyeimbang terhadap depresiasi dolar.
Terkait kebijakan moneter zona euro, Kocher menyatakan nyaman dengan sikap steady-hand ECB. Ia menilai diperlukan perubahan lingkungan yang material sebelum ECB mempertimbangkan penyesuaian kebijakan.
Baca Juga: Ketidakpastian Tinggi, Aset Safe Haven Unjuk Gigi
ECB sendiri mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir, dan pandangan yang seimbang membuat investor memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga sepanjang tahun ini.
Kocher menyebut risiko kini relatif seimbang, baik dari sisi inflasi maupun prospek ekonomi. Penguatan euro memang menekan inflasi, namun pergerakan nilai tukar tersebut terjadi pada paruh pertama 2025 dan telah sepenuhnya tercermin dalam proyeksi ECB.
Ia menegaskan nilai tukar baru menjadi perhatian serius jika menyimpang jauh dari target inflasi hingga memengaruhi ekspektasi jangka panjang, sesuatu yang saat ini belum terlihat.













