: WIB    —   
indikator  I  

Unilever siapkan buyback dan dividen

Unilever siapkan buyback dan dividen

LONDON. Setelah secara mengejutkan menolak tawaran akuisisi dari Kraft Heinz, raksasa konsumer Unilever siap merombak bisnisnya. Tahap awal, Unilever mengguyur dividen jumbo agar pemegang saham tak lama-lama bersedih setelah gagal dibeli Kraft.

Unilever berencana membelanjakan US$ 5,3 miliar untuk membeli saham dari pasar sekunder (buyback) agar performa saham tetap mendaki pasca gagal dicaplok. Ini merupakan aksi buyback pertama sejak 2008.

Selain itu, Unilever akan menaikkan porsi dividen sebesar 12% dari perolehan laba tahun ini. Strategi lain, produsen sabun Dove ini bakal mempercepat efisiensi.

Salah satu caranya dengan menjual unit bisnis yang memiliki rapor merah. Unilever bersiap untuk menjual bisnis margarin.

Unilever juga tengah mengkaji tentang kemungkinan untuk single listing. Saat ini, saham Unilever dual listing atau terdaftar di bursa Inggris dan Belanda.

"Ini untuk memudahkan akuisisi besar," sebut manajemen Unilever seperti dilansir Reuters, kemarin.

Unilever menyebut, menolak proposal akuisisi senilai US$ 143 miliar dari Kraft menjadi momen untuk serius merestrukturisasi bisnis. "Akuisisi itu memacu kami untuk membangun pondasi bisnis yang lebih kuat," ujar CEO Unilever Paul Polman.

Unilever memasang target margin operasional sebesar 20% pada 2020. Angka ini naik dari posisi 16,4% di 2016.

Perbaikan margin akan ditempuh dengan cara program penghematan secara besar-besaran. Analis Goldman Sachs menghitung, margin bisa terdongkrak andai Unilever melakukan ekspansi dengan target penambahan margin 90 basis poin per tahun.

Selama ini, margin Unilever hanya tumbuh 40 hingga 80 poin saban tahun. Tapi, perbaikan margin ini belum menghitung ongkos restrukturisasi yang diperkirakan memakan biaya hingga 3,5 miliar.

Unilever mematok target berhemat hingga 6 miliar hingga 2019. Target ini lebih tinggi dari target efisiensi sebelumnya yakni 4 miliar.

Asal tahu saja, Goldman merekomendasikan "sell" saham Unilever. Alasannya, bujet pemasaran yang terpangkas 2 miliar berpotensi memangkas pendapatan.

Pasar menanti Unilever memproses spin off bisnis makanan yang berkontribusi 40% dari total pendapatan.


Reporter Dessy Rosalina
Editor Barratut Taqiyyah

UNILEVER

Feedback   ↑ x
Close [X]