kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

150 Orang Masih Terisolasi di Kapal Mewah yang Diduga Terinfeksi Virus Mematikan


Selasa, 05 Mei 2026 / 08:44 WIB
150 Orang Masih Terisolasi di Kapal Mewah yang Diduga Terinfeksi Virus Mematikan
ILUSTRASI. Penularan hantavirus terjadi melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit. (dok./Kontan)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Tim medis pada hari Senin (4/5/2026) berupaya mengevakuasi dua orang dengan gejala hantavirus, setelah dugaan wabah penyakit mematikan itu terjadi di sebuah kapal pesiar mewah yang ditahan di lepas pantai Afrika Barat. Kapal tersebut membawa sebagian besar penumpang asal Inggris, Amerika, dan Spanyol, menurut para pejabat.

Melansir Reuters, sekitar 150 orang masih terjebak di kapal tersebut setelah tiga orang meninggal, sepasang suami istri asal Belanda dan seorang warga Jerman, sementara lainnya jatuh sakit, termasuk seorang pria Inggris yang telah meninggalkan kapal dan dirawat di Afrika Selatan, tambah otoritas.

Institut Kesehatan Publik Nasional Belanda (RIVM), yang membantu menangani wabah ini, mengatakan bahwa hantavirus telah terkonfirmasi pada salah satu pasien bergejala.

Seorang sumber yang mendapatkan laporan menyebutkan bahwa perempuan Belanda yang meninggal juga dinyatakan positif virus tersebut.

Namun RIVM menegaskan bahwa masih belum jelas apakah pasien lain yang bergejala juga terinfeksi virus yang sama, atau apakah kematian lainnya juga disebabkan oleh virus tersebut.

Hantavirus, yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan fatal, menyebar ketika partikel dari kotoran atau urin tikus menjadi aerosol di udara. Virus ini tidak mudah menular antar manusia.

Tidak ada obat khusus untuk penyakit ini, sehingga perawatan berfokus pada terapi suportif, termasuk penggunaan ventilator pada kasus berat.

Baca Juga: Inflasi Filipina Melonjak ke 7,2% pada April, Level Tertinggi Sejak 2023

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan risiko bagi masyarakat umum rendah dan tidak ada alasan untuk kepanikan atau pembatasan perjalanan. Namun otoritas di negara kepulauan Cape Verde menolak izin sandar kapal berbendera Belanda tersebut sebagai langkah pencegahan.

WHO menyebut telah mengidentifikasi tujuh kasus di kapal, termasuk dua kasus terkonfirmasi laboratorium dan lima kasus dugaan.

Banyak ketidakpastian

“Kami bukan sekadar berita utama: kami manusia dengan keluarga, dengan kehidupan, dengan orang-orang yang menunggu di rumah,” kata Jake Rosmarin, seorang travel blogger asal Amerika, dalam video Instagram dari kapal.

“Yang paling sulit adalah ketidakpastian,” tambahnya.

Operator kapal asal Belanda, Oceanwide Expeditions, menyatakan semua penumpang diminta tetap berada di kabin untuk mencegah potensi penyebaran. Meskipun penularan antarmanusia jarang, masa inkubasi bisa berlangsung beberapa minggu.

Perusahaan juga berupaya memulangkan dua awak kapal yang bergejala, serta memulangkan jenazah korban asal Jerman dan seorang penumpang yang terkait dekat dengan korban.

Kapal tersebut berangkat dari Ushuaia, Argentina pada Maret dalam perjalanan ekspedisi Antartika, dengan harga kabin 14.000–22.000 euro.

Perjalanan kemudian melewati wilayah Antartika, Falklands, Georgia Selatan, hingga mendekati perairan Cape Verde pada awal Mei.

Otoritas kesehatan Afrika Selatan mengonfirmasi dua korban meninggal adalah warga Belanda, termasuk pasangan lansia yang jatuh sakit dalam perjalanan.

Sumber penularan belum jelas

RIVM menyebut sumber wabah masih belum diketahui. Kemungkinan termasuk tikus di kapal atau paparan di daratan Amerika Selatan.

Seorang profesor dari Geneva Graduate Institute menyebut ada kemungkinan kecil penularan antarmanusia pada jenis Andes virus di Amerika Selatan, sehingga asal perjalanan dari Argentina menjadi perhatian.

Namun ia menegaskan: “Ini kemungkinan besar bukan wabah besar.”

Ringkasan Kasus Wabah di Kapal Pesiar

Komponen Data
Jenis dugaan penyakit Hantavirus
Lokasi kejadian Kapal pesiar MV Hondius (lepas pantai Afrika Barat / Cape Verdean waters)
Jumlah penumpang di kapal ±150 orang masih berada di kapal
Kasus terkonfirmasi 2 kasus laboratorium
Kasus dugaan 5 kasus
Total pasien bergejala ≥7 orang
Jumlah kematian 3 orang
Penumpang yang dievakuasi sakit 1 warga Inggris (dirawat di Afrika Selatan)

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit serius pada manusia di berbagai belahan dunia. Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit, terutama saat seseorang terpapar urin, kotoran, atau air liur hewan tersebut. Penularan juga bisa terjadi melalui gigitan atau cakaran tikus, tetapi hal ini jarang terjadi.

Hantavirus dapat menyebabkan dua sindrom utama:

1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

HPS ditemukan di Belahan Bumi Barat, termasuk Amerika Serikat. Virus hantavirus yang paling umum menyebabkan HPS di AS ditularkan oleh tikus rusa (deer mouse).

Baca Juga: Berkshire Siapkan Suksesi, Charlie Shamieh Calon Pengganti Ajit Jain

2. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

HFRS merupakan kelompok penyakit dengan gejala klinis serupa yang disebabkan oleh hantavirus yang banyak ditemukan di Eropa dan Asia. Namun, virus Seoul—salah satu jenis hantavirus penyebab HFRS—ditemukan di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×