kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

20% Orang yang terinfeksi virus corona gagal kembangkan antibodi


Senin, 22 Maret 2021 / 12:30 WIB
ILUSTRASI. Petugas medis bekerja di Intensive Care Unit (ICU) ECMO Center of the City Clinical Hospital 52, tempat pasien yang menderita penyakit virus corona (COVID-19) dirawat, di Moskow, Rusia 28 April 2020. REUTERS/Maxim Shemetov


Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Setidaknya 20% orang yang sudah sembuh dari Covid-19 tidak memproduksi antibodi, Direktur Lembaga Penelitian Nasional Gamaleya untuk Epidemiologi dan Mikrobiologi, pengembang vaksin virus corona Sputnik V, Alexander Gintsburg mengatakan.

"Di antara mereka yang telah terpapar (virus corona), ini adalah data eksperimen, setidaknya 20% tidak mengembangkan antibodi pelindung," kata Gintsburg kepada saluran televisi Rossiya-1, Minggu (21/3), seperti dikuti TASS.

Karena itu, dia menyebutkan, kategori populasi tersebut harus mendapat vaksin virus corona untuk memastikan produksi antibodi.

Sebelumnya, pakar kesehatan Rusia juga mengungkapkan, sekitar 20% orang yang terinfeksi virus corona gagal mengembangkan antibodi dalam jumlah yang cukup.

Sejak pandemi bergulir, lebih dari 122,9 juta orang terinfeksi virus corona di seluruh dunia, dengan 2,7 juta di antaranya meninggal akibat Covid-19.

Selanjutnya: Waspada! Sebaran varian baru virus corona yang lebih menular semakin meluas




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×