kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,11   -0,67   -0.07%
  • EMAS942.000 -0,95%
  • RD.SAHAM 0.31%
  • RD.CAMPURAN 0.18%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.05%

2020, Legoland akan buka taman hiburan di New York


Kamis, 26 Oktober 2017 / 16:59 WIB
2020, Legoland akan buka taman hiburan di New York


Sumber: CNN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Dalam sebuah even di New York pada Rabu (25/10), induk usaha Merlin Entertainments mengumumkan taman hiburan Legoland akan segera dibuka pada 2020.

Merlin juga mengoperasikan taman Legoland di California, Florida dan sejumlah negara lain termasuk Jepang dan Dubai. Induk usaha ini juga mengoperasikan musium lilin Madame Tussauds dan taman hiburan Alton Towers di Inggris.

Dewan perencanaan kota Goshen, yang berjarak sekitar 60 mil utara New York City, memilih dengan suara bulat pada minggu lalu untuk meneruskan rencana pembangunan taman hiburan Lego senilai US$ 500 juta. Dewan tersebut memberikan jaminan rencana lokasi, izin penggunaan khusus, kliring dan persetujuan izin pemeringkatan kepada Merlin untuk proyek tersebut.

Menurut juru bicara Legoland, perusahaan berencana memulai konstruksi secepat mungkin.

Legoland New York diprediksi akan menarik sekitar 1,5 juta hingga 2,5 juta pengunjung setiap tahunnya.

Namun tidak semua warga kota menerima pembangunan taman hiburan ini dengan tangan terbuka.

Sejumlah kelompok seperti Stop Legoland dan Concerned Citizens for Hudson Valley menentang proyek tersebut. Mereka mengkhawatirkan kenaikan trafik lokal, hilangnya lahan subur, serta kerusakan lingkungan.

Merlin mengatakan tamantaman ini akan menciptakan ratusan lapangan kerja berkualitas tinggi bagi wilayah tersebut. Hal ini meliputi posisi rendah di taman hiburan hingga di industri perhotelan. Taman ini diprediksi akan mampu menghasilkan pajak penjualan dan pajak okupansi hotel sekitar US$ 238 juta bagi Orange County, New York selama 30 tahun.

Proses evaluasi untuk proyek ini akan dimulai pada Juni 2016.




Corporate Valuation Model Managing Procurement Economies of Scale Batch 5

[X]
×