kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

3 Subvarian Baru Omicron yang Lebih Menular Kian Menyebar, Kasus di 70 Negara Naik


Jumat, 20 Mei 2022 / 23:00 WIB
3 Subvarian Baru Omicron yang Lebih Menular Kian Menyebar, Kasus di 70 Negara Naik


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Selama beberapa pekan terakhir, kasus Covid-19 dari subvarian baru Omicron BA.4, BA.5, dan BA.2.12.1 meningkat di Afrika Selatan dan Amerika Serikat serta menyebar ke puluhan negara.

Afrika Selatan merupakan negara tempat pertama kali subvarian baruu Omicron BA.4 dan BA.5 terdeteksi. Sementara Amerika Serikat tempat pertama kali BA.2.12.1 terdeteksi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Pembaruan Epidemiologi Mingguan Covid-19 yang rilis Rabu (18/5), BA.4 telah terdeteksi di 20 negara, BA.5 terdeteksi di 19 negara, dan BA.2.12.1 terdeteksi di 38 negara. 

Di tingkat global, BA.4 dan BA.5 masing-masing menyumbang 0,5% dan 0,4% dari total kasus varian Omicron. Sementara BA.2.12.1 menyumbang 10% di antara kasus subvarian BA.2.

Baca Juga: Alarm Kewaspadaan Berbunyi, Kasus Mingguan Covid-19 Global Kembali Naik

Di Afrika Selatan, WHO menyebutkan, BA.4 dan BA.5 mendorong peningkatan jumlah kasus Covid-19, masing-masing berkontribusi 89% dan 7% dari
total kasus.

Demikian pula, ada indikasi pertama peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Portugal, yang baru-baru ini mengonfirmasi peredaran BA.5. 

Sedang Amerika Serikat, dengan BA.2.12.1 menyumbang 48% infeksi Covid-19, jumlah kasus dan rawat inap meningkat sejak April 2022 masing-masing 33% dan 19% pada pekan pertama Mei dibanding minggu sebelumnya.

Pemodelan awal oleh WHO berdasarkan sequences yang dikirim ke GISAID menunjukkan, BA.4, BA.5, dan BA.2.12.1 memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dari varian lainnya, seperti Delta serta Omicron BA.1 dan BA.2.

"Yang mungkin disebabkan peningkatan penghindaran kekebalan dan/atau penularan intrinsik," sebut WHO.

Baca Juga: Makin Menyebar, Kasus dari 3 Subvarian Baru Omicron yang Lebih Menular Meningkat

Kasus meningkat di lebih dari 70 negara

Seiring penyebaran Omicron BA.4, BA.5, dan BA.2.12.1 yang meluas, tren penurunan kasus mingguan Covid-19 secara global sejak akhir Maret lalu terhenti. 

WHO mencatat kenaikan kasus Covid-19 pada pekan kedua Mei sebesar 1% menjadi 3,69 juta dibanding minggu sebelumnya. 

Karena itu, "Adalah salah kaprah untuk berpikir bahwa pandemi sudah berakhir. Pandemi belum berakhir di mana saja sampai semuanya berakhir," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Bahkan, dia mengungkapkan dalam pidato di KTT Global COVID ke-2, Kamis (12/5) pekan lalu, yang salinanya diterima Kontan.co.id, kasus Covid-19 saat ini meningkat di lebih dari 70 negara.

Pada saat yang sama, Tedros bilang, tingkat pengujian atau tes Covid-19 secara global menurun. "Membuat kita buta terhadap evolusi virus," ujarnya.

Sejumlah negara yang mengalami kenaikan kasus, misalnya, Amerika Serikat dengan 605.547 kasus baru selama pekan kedua Mei, naik 33% dibanding minggu sebelumnya.

Lalu, China dengan 389.901 kasus baru atau melonjak 94% dan Jepang dengan 279.620 kasus baru atawa melesat 54%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×