kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45756,63   -3,70   -0.49%
  • EMAS1.006.000 0,00%
  • RD.SAHAM 1.46%
  • RD.CAMPURAN 0.61%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

6 Fakta tentang Lebanon, yang ibukotanya dijuluki Paris di Timur Tengah


Rabu, 05 Agustus 2020 / 09:32 WIB
6 Fakta tentang Lebanon, yang ibukotanya dijuluki Paris di Timur Tengah
ILUSTRASI. An anti-government demonstrator holds a Lebanese flag as she stands on top of her car, during a countrywide lockdown to combat the spread of the coronavirus disease (COVID-19), in Beirut, Lebanon April 21, 2020. REUTERS/Aziz Taher 

Reporter: Virdita Rizki Ratriani | Editor: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Sebuah ledakan dahsyat di gudang-gudang pelabuhan dekat Beirut tengah menewaskan lebih dari 50 orang dan melukai 2.750 orang lainnya. 

Ledakan ini mengirimkan gelombang kejut yang menghancurkan jendela, menghancurkan batu, dan mengguncang tanah di ibukota Lebanon.

Melansir Reuters, ledakan tersebut adalah ledakan paling dahsyat dalam beberapa tahun yang melanda Beirut, yang baru saja pulih dari krisis ekonomi dan lonjakan infeksi virus corona.

Menteri Dalam Negeri Lebanon mengatakan informasi awal mengindikasikan, bahan yang sangat eksplosif, yang disita bertahun-tahun lalu, yang telah disimpan di pelabuhan telah meledak. Israel, yang telah berperang beberapa kali dengan Lebanon, membantah peran apa pun dalam kejadian ini dan menawarkan bantuan.

"Apa yang kami saksikan adalah bencana besar," kata kepala Palang Merah Lebanon George Kettani kepada penyiar Mayadeen. "Ada korban di mana-mana," lanjut dia. 

Di sisi lain, sebenarnya banyak hal menarik tentang negara Lebanon. Berikut 7 fakta tentang Lebanon:

Baca Juga: Dugaan Trump, ledakan Beirut tampaknya berasal dari 'serangan bom'

1. Terletak di sepanjang laut Mediterania

Mengutip laman resmi Kementerian Luar Negeri, Republik Lebanon adalah adalah negeri dengan topografi daerahnya berbukit-bukit dengan pantai memanjang dan di mana letaknya di tepi timur laut Mediteranea/ Laut Tengah sejauh 210 km. 

Negara ini berbatasan dengan Suriah di Utara dan Israel di sebelah Selatan. Luas wilayah seluruhnya sekitar 10.452 km persegi. 

Nama resminya disebut Lebanese Republic (Inggris), Al Jumhuriyah Al Lubnaniyah (Arab), République Libanaise (Perancis) . Ibukota negara Lebanon adalah Beirut.

2. Kota Beirut, Paris di Timur Tengah

Beirut adalah ibukota Lebanon yang berpenduduk 1,2 juta jiwa. Sebelum Perang Saudara Lebanon pecah, kota ini dijuluki "Paris di Timur Tengah" karena kosmopolitannya. 

Kota Beirut juga sering dibandingkan burung legenda 'phoenix' karena dihancurkan dan dibangun kembali sebanyak 7 kali.

3. Mayoritas penduduk tinggal di luar Lebanon 

Total penduduk Lebanon kurang lebih 4 juta jiwa. Meskipun demikian, masih terdapat penduduk keturunan Lebanon yang berdomisili diluar (diaspora) dalam jumlah yang cukup besar, misalnya di Brazil saja sekitar 12 juta, di Afrika dan beberapa negara lain. 

Baca Juga: Horor ledakan di Beirut Lebanon, korban tewas terus bertambah

4. Negara 4 musim 

Lebanon yang masuk kategori negara Arab ini memiliki iklim empat musim yakni musim panas, musim gugur, musim semi, dan musim dingin. Di beberapa wilayah pegunungan terdapat salju dan di musim dingin dengan suhu bisa mencapai dibawah 0 derajat Celcius.

5. Memiliki 6 provinsi 

Negara Lebanon terbagi atas 6 provinsi antara lain Beirut, Mount Lebanon, North Lebanon, South Lebanon, Nabatieh, dan Bekaa. Dari segi agama, warga Lebanon menganut beberapa agama seperti Islam (Sunni, Syiah, dan Druze), agama Kristen (Maronit, Katolik Roma, Katolik Ortodox, dan Protestan).

6. Kondisi politik, ekonomi, dan sosial budaya 

Situasi politik, ekonomi dan sosial-budaya Lebanon sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi regional Timur Tengah pada umumnya. 

Sistem politik Lebanon yang masih menganut sistem sektarian yang disebut konfensionalisme mudah sekali dipengaruhi oleh situasi regional.

Sistem konfensionalisme yang membagi kekuatan politik berdasarkan kelompok agama dan sekte sangat rentan menimbulkan perpecahan sosial-politik mengingat setiap kelompok politik berafiliasi pada kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi situasi regional, seperti kelompok pro-Suriah, pro-Iran, maupun pro-Barat (AS dan Uni Eropa).

Baca Juga: Ledakan dahsyat guncang Beirut, 50 tewas 2.750 terluka



TERBARU

[X]
×