kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

7 negara berkembang rentan jatuh dalam krisis mata uang, apa kabar Indonesia?


Selasa, 11 September 2018 / 09:02 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Rupiah Loyo terhadap dolar


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebanyak tujuh negara berkembang berisiko besar jatuh dalam krisis mata uang. Menurut analisis dari Nomura Holdings Inc, ketujuhnya adalah Sri Lanka, Afrika Selatan, Argentina, Pakistan, Mesir, Turki, dan Ukraina. 

Saat ini, lima dari tujuh negara tersebut tengah berjuang melawan krisis mata uang dan memintan bantuan dana talangan dari International Monetary Fund (IMF). 

Nomura juga menggolongkan delapan emerging markets dengan risiko krisis terkecil. Mereka adalah Indonesia, Brasil, Bulgaria, Kazakhstan, Peru, Filipia, Rusia, dan Thailand. 

sumber: Financial Times, Nomura

"Ini hasil yang penting. Seiring investor lebih fokus pada emerging market, penting saat ini tidak mengelompokkan negara emerging dalam satu grup homogenus," kata Robert Subbaraman, Ekonom bidang emerging market di Nomura Singapura, seperti dikutip Bloomberg

Untuk mendapatkan penilaian ini, Nomura menggunakan metoda bernama Damocles, yang menghitung inflasi, defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD), dan cadangan devisa. 

Indeks ini memberi nilai 0 sampai 200. Nilai di atas 100 artinya negara tersebut rentan terhadap krisis mata uang dalam 12 bulan ke depan. Sedangkan level di atas 150 memberi sinyal, krisis dapat meletus kapan saja. 

Sri Lanka memiliki skor tertinggi yaitu 175, diikuti Afrika Selatan (143), dan Argentina (140).

Indonesia, dari laporan tersebut, memiliki skor 0 bersama tujuh negara lainnya. Skor ini menunjukkan, crash mata uang di negara-negara ini risikonya kecil.


  




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×