CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,33   10,53   1.04%
  • EMAS995.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

77 Tahun Bom Atom Hiroshima, Sekjen PBB: Umat Manusia Bermain dengan Senjata Terisi


Sabtu, 06 Agustus 2022 / 09:49 WIB
77 Tahun Bom Atom Hiroshima, Sekjen PBB: Umat Manusia Bermain dengan Senjata Terisi
ILUSTRASI. 77 Tahun Bom Atom Hiroshima, Sekjen PBB: Umat Manusia Bermain dengan Senjata Terisi.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - HIROSHIMA. Umat manusia bermain dengan senjata yang terisi ketika krisis dengan potensi bencana nuklir berkembang biak di seluruh dunia, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan pada Sabtu (6/8), dalam peringatan 77 tahun bom atom Hiroshima.

Pada peringatan tahunan bom atom yang AS jatuhkan di Hiroshima Jepang, Guterres memperingatkan risiko yang ditimbulkan oleh krisis di Ukraina, Timur Tengah, dan semenanjung Korea saat ia menggambarkan kengerian yang Jepang alami pada 1945 silam.

"Puluhan ribu orang tewas di kota ini (Hiroshima) dalam sekejap mata. Wanita, anak-anak, dan pria terbakar dalam api neraka," katanya, seperti dikutip Channel News Asia.

Sementara orang yang selamat harus hidup dengan warisan kanker radioaktif dan masalah kesehatan lainnya, Guterres menambahkan.

"Kita harus bertanya: Apa yang telah kita pelajari dari awan cendawan yang membumbung di atas kota ini (akibat bom atom)?" ujar dia.

Baca Juga: Sejarah Bom Hiroshima Nagasaki dan Dampaknya bagi Manusia dan Lingkungan

Sekitar 140.000 orang tewas ketika Hiroshima dibom oleh Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945. Jumlah itu termasuk mereka yang tewas setelah ledakan akibat paparan radiasi.

Hari ini, "krisis dengan nada nuklir serius menyebar dengan cepat, di Timur Tengah, ke semenanjung Korea, hingga invasi Rusia ke Ukraina," sebut Guterres, mengulangi peringatan yang dia buat minggu ini di konferensi Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir di New York.

"Umat manusia sedang bermain dengan senjata yang terisi," ungkapnya.

Sebelum fajar, para penyintas dan kerabat mereka mulai berkumpul di Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima untuk mempersembahkan bunga dan doa. Doa hening dilaksanakan pada pukul 08.15 WIB, saat bom atom dijatuhkan.

Duta Besar Rusia untuk Jepang tidak diundang ke upacara tersebut, tetapi mengunjungi Hiroshima pada Kamis (4/8) untuk meletakkan bunga di situs peringatan.

Baca Juga: Latar Belakang, Negara-Negara yang Terlibat, dan Berakhirnya Perang Dunia II

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari lalu, Presiden Vladimir Putin telah membuat ancaman terselubung yang mengisyaratkan kesediaan untuk mengerahkan senjata nuklir taktis.

Dalam pidato pada Sabtu, Wali Kota Hiroshima Kazumi Matsui mengutip Leo Tolstoy, penulis buku War and Peace asal Rusia, mengatakan: "Jangan pernah membangun kebahagiaan Anda di atas kemalangan orang lain, karena hanya dalam kebahagiaan mereka Anda bisa menemukan kebahagiaan Anda sendiri".

Tiga hari setelah pengeboman Hiroshima, AS menjatuhkan bom plutonium di Kota Nagasaki, Jepang, menewaskan sekitar 74.000 orang dan menyebabkan berakhirnya Perang Dunia II.

AS tetap satu-satunya negara yang pernah menggunakan senjata nuklir dalam konflik.

Tetapi, sekitar 13.000 hulu ledak nuklir sekarang berada di gudang senjata negara di seluruh dunia, Guterres mengungkapkan.

Selanjutnya: Cepat Menurunkan Berat Badan, Coba 5 Olahraga Ini Yuk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×