kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45754,18   -2,20   -0.29%
  • EMAS1.007.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Abaikan Rusia, AS pastikan akan memperpanjang embargo senjata Iran


Kamis, 06 Agustus 2020 / 04:54 WIB
Abaikan Rusia, AS pastikan akan memperpanjang embargo senjata Iran
ILUSTRASI. AS akan mendesak PBB untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran. Mads Claus Rasmussen/Ritzau Scanpix/via REUTERS

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan pada Rabu (5/8/2020) bahwa Amerika Serikat akan mengajukan resolusi Dewan Keamanan PBB minggu depan yang menyerukan perpanjangan embargo senjata terhadap Iran.

Berbicara kepada wartawan, Pompeo mengatakan bahwa dengan satu atau lain cara, pemerintahan Trump akan memastikan embargo PBB diperpanjang dan mengatakan dia yakin upaya itu akan berhasil. Tapi dia tidak menjelaskan secara spesifik bagaimana AS akan mencapai hal tersebut.

Baca Juga: Corona di Iran: Satu orang meninggal setiap tujuh menit

Pada Juni lalu, AS mendorong Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran sebelum masa embargo itu berakhir pada Oktober. Terkait hal tersebut, Rusia mengecam kebijakan Washington dan mengatakan aksi AS seperti "meletakkan lutut" ke leher Teheran.

Melansir Reuters, Amerika Serikat telah mengedarkan rancangan resolusi kepada dewan keamanan PBB beranggotakan 15 negara yang akan memperpanjang tanpa batas embargo senjata terhadap Teheran. Akan tetapi, sejumlah anggota dewan yang memiliki hak veto seperti Rusia dan China, telah mengisyaratkan langkah oposisi terhadap proposal tersebut.

Baca Juga: Rusia ingatkan Amerika Serikat agar tidak nekat serang Iran

"Jangan hanya melihatnya dari Amerika Serikat, dengarkan juga negara-negara di kawasan ini. Dari Israel ke Teluk, negara-negara di Timur Tengah - yang paling terpapar oleh predasi Iran - berbicara dengan satu suara: Perpanjang embargo senjata," jelas Pompeo dalam pertemuan Dewan Keamanan yang dilakukan virtual pada waktu itu.



TERBARU

[X]
×