kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Ada Potensi Kiamat Internet pada 2025, Begini Penjelasan NASA


Rabu, 05 Juli 2023 / 04:26 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Mengutip Economic Times, badai matahari hanyalah dampak atmosfer yang dirasakan di bumi karena angin yang dihasilkan di dekat matahari. 

Badai tersebut disebabkan oleh semburan matahari dan lontaran massa koronal yang melepaskan aliran medan elektromagnetik ke arah Bumi. 

Dengan kata lain, itu terdiri dari aliran partikel bermuatan yang memancar dari atmosfer terluar matahari, yang disebut korona.

NASA telah menyatakan bahwa aktivitas matahari tampaknya mengikuti siklus 11 tahun dan pada puncaknya, badai matahari dapat terjadi berkali-kali dalam sehari. Namun, di lain waktu, itu bisa terjadi kurang dari sekali seminggu.

Namun, badai matahari ini berpotensi menimbulkan badai geometris yang dapat menghambat sinyal satelit, komunikasi radio, internet, bahkan jaringan listrik. 

Kembali pada tahun 2011, badai matahari yang kuat dilaporkan mengganggu komunikasi radio di wilayah selatan China. 

Pada tahun 1859, aurora terlihat di seluruh dunia akibat badai matahari dan fenomena tersebut dinamakan 'Carrington Event'.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×