kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Kontroversi Sepatu Adidas 'Oaxaca Slip On', Pemerintah Meksiko Tuntut Ganti Rugi


Sabtu, 09 Agustus 2025 / 13:06 WIB
Kontroversi Sepatu Adidas 'Oaxaca Slip On', Pemerintah Meksiko Tuntut Ganti Rugi
ILUSTRASI. Pemerintah Meksiko tengah menuntut raksasa alas kaki Adidas (ADSGn.DE) untuk memberikan kompensasi setelah seorang desainer Meksiko-Amerika. REUTERS/Luis Cortes 


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Meksiko tengah menuntut raksasa alas kaki Adidas (ADSGn.DE) untuk memberikan kompensasi setelah seorang desainer Meksiko-Amerika yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut, Willy Chavarria, meluncurkan sepatu yang terinspirasi dari sandal tradisional masyarakat adat.

Produk yang memicu polemik adalah “Oaxaca Slip On”, sepatu dengan sol karet sneaker yang dipadukan dengan anyaman khas sandal huarache—alas kaki tradisional yang diproduksi secara luas di negara bagian Oaxaca, Meksiko.

Kritik muncul karena meskipun menggunakan nama daerah dan desain yang erat dengan identitas budaya setempat, sepatu ini diproduksi di China dan tidak memberikan pengakuan atau keuntungan kepada para pengrajin masyarakat adat yang menciptakan desain asli tersebut.

Baca Juga: Menggandeng Adidas, Acer Meluncurkan Acer Day 2025

Pemerintah Meksiko Turun Tangan

Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa pemerintah akan meninjau langkah hukum untuk melindungi hak masyarakat adat.

“Perusahaan besar sering mengambil produk, ide, dan desain dari komunitas adat,” ujarnya dalam konferensi pers pagi.

“Kami sedang melihat aspek hukumnya untuk dapat mendukung mereka,” tambahnya.

Wakil Menteri Kebudayaan Marina Nunez mengungkapkan bahwa Adidas telah menghubungi pejabat Oaxaca untuk membicarakan restitusi kepada masyarakat yang desainnya dijiplak.

Bagian dari Upaya Melindungi Warisan Budaya

Perselisihan ini menambah daftar panjang kasus yang melibatkan Meksiko dalam melindungi desain tradisionalnya dari perusahaan mode global. Sebelumnya, Meksiko pernah mengajukan keberatan terhadap Inditex (pemilik Zara) dan Louis Vuitton terkait penggunaan motif dan desain tradisional tanpa izin.

Baca Juga: Dihantam Tarif Impor Trump, Adidas Pertimbangkan Naikkan Harga di AS

Hingga berita ini diturunkan, baik Adidas maupun Willy Chavarria belum memberikan komentar resmi.

Chavarria, yang lahir di Amerika Serikat dari ibu keturunan Irlandia-Amerika dan ayah keturunan Meksiko-Amerika, sebelumnya menyatakan kepada Sneaker News bahwa kolaborasinya dengan Adidas bertujuan merayakan warisan budayanya.

“Saya sangat bangga bekerja dengan perusahaan yang benar-benar menghormati dan mengangkat budaya dengan cara yang paling tulus,” kata Chavarria.


Tag


TERBARU

[X]
×