Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia turun sekitar 3% pada perdagangan Senin (16/3/2026), setelah sejumlah kapal berhasil melintasi jalur pelayaran penting di Selat Hormuz, meskipun konflik di Timur Tengah masih berlangsung.
Melansir Reuters, kontrak minyak mentah Brent turun US$ 2,93 atau 2,8% dan ditutup di level US$ 100,21 per barel.
Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) merosot lebih tajam, turun US$ 5,21 atau 5,3% ke US$ 93,50 per barel.
Baca Juga: Harga Emas Melemah, Kekhawatiran Inflasi Akibat Konflik Timur Tengah Tekan Pasar
Analis menilai, penurunan harga minyak AS lebih besar dibanding Brent karena beberapa faktor, antara lain produksi minyak AS yang mendekati rekor, tambahan pasokan dari impor Venezuela, serta rencana pelepasan cadangan minyak dari Strategic Petroleum Reserve Amerika Serikat.
Selain itu, sebagian pelaku pasar juga melakukan aksi jual kontrak WTI bulan depan menjelang jatuh tempo perdagangan di New York Mercantile Exchange pada 20 Maret.
Meski harga turun pada sesi terbaru, harga minyak masih bertahan di level tinggi. Pada Jumat lalu, Brent sempat mencapai level tertinggi sejak Agustus 2022 dan WTI tertinggi sejak Juli 2022.
Kedua patokan tersebut telah melonjak hampir 40% sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Baca Juga: Jalur Hormuz Kembali Normal: Dampak Besar Bagi Pasar Energi Global
Presiden Donald Trump kembali meminta negara-negara lain membantu membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, sejumlah sekutu AS belum menunjukkan dukungan penuh terhadap langkah tersebut.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan para menteri luar negeri UE saat ini “tidak memiliki minat” untuk memperluas misi angkatan laut di Timur Tengah hingga ke Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan ini dapat langsung memicu gejolak harga energi global.
Baca Juga: Chelsea Kena Denda Rp 215 Miliar, Lolos Pengurangan Poin? Ini Sebabnya
Iran juga dilaporkan mengizinkan beberapa kapal India melintasi selat tersebut sebagai bagian dari negosiasi untuk memastikan jalur aman bagi kapal berbendera India atau tujuan India.
Di tengah gejolak pasar energi, pemerintah di berbagai negara berupaya meredam dampak lonjakan harga energi terhadap perekonomian.
International Energy Agency (IEA) bahkan membuka kemungkinan pelepasan tambahan cadangan minyak strategis setelah sebelumnya menyetujui pelepasan sekitar 400 juta barel dari stok darurat.
Baca Juga: Kerugian VinFast Naik 46,5% di Kuartal IV-2025, Pabrik Amerika Serikat Jadi Beban
Konflik antara Israel dan Iran sendiri kini memasuki pekan ketiga, tanpa tanda-tanda akan segera berakhir.
Serangan militer di kawasan tersebut juga memicu gangguan terhadap fasilitas energi penting, termasuk terminal ekspor minyak di Pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab.
Meski demikian, Menteri Energi AS Chris Wright memperkirakan konflik tersebut dapat berakhir dalam beberapa pekan, sehingga pasokan minyak global berpotensi pulih dan biaya energi kembali menurun.













