kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Akibat E.coli, petani Spanyol rugi hingga € 200 juta


Jumat, 03 Juni 2011 / 14:15 WIB
Akibat E.coli, petani Spanyol rugi hingga € 200 juta
ILUSTRASI. Chili for sale are pictured at Senen traditional market in Jakarta, Indonesia, December 2, 2019. REUTERS/Willy Kurniawan. Ilustrasi. Menanam cabai di rumah.


Reporter: Dyah Megasari, BBC |

FRANKFRUT. Eksportir buah dan sayuran Spanyol diperkirakan mengalami rugi besar yaitu € 200 juta atau setara dengan US$ 290 juta dalam satu pekan. Kerugian datang setelah Jerman mengklaim wabah E.coli yang menewaskan warganya kemungkinan berasal dari mentimun Spanyol.

Akibat tuduhan ini, kemarahan merebak di negeri matador itu. Puluhan ribu kilogram buah dan sayuran segar yang tumbuh di Spanyol dihancurkan. Penjualan ke supermarket di seluruh Eropa ditunda. Bukan hanya mentimun melainkan juga seluruh produk buah dan sayuran.

Perdana Menteri Spanyol, Jose Luis Rodriguez Zapatero mengatakan, Spanyol akan meminta ganti rugi pada Uni Eropa akibat tuduhan ini. "Kami bertindak seperti yang kami harus lakukan, dan kami ingin mendapatkan ganti rugi dan pengembalian produk Spanyol di tempat yang seharusnya," kata Zapatero.

Para peneliti di Beijing Genomics Institute China, menjelaskan wabah dari bakteri E.coli yang baru masuk dalam kategori sangat menular dan beracun. Badan perlindungan kesehatan Inggris membeberkan bakteri itu merupakan varian baru yang jarang ditemukan yaitu strain O104 dan memiliki kemampuan menulari banyak orang.




TERBARU

[X]
×