Sumber: USA Today | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS akan mengambil alih kendali atas Greenland dengan cara “mudah” maupun “cara keras”. Dia juga menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan Rusia atau China lebih dulu memanfaatkan peluang tersebut.
“Kami akan melakukan sesuatu terkait Greenland, suka atau tidak suka,” kata Trump. Ia menolak menyebutkan harga untuk membeli wilayah tersebut dari Denmark, tetapi juga tidak menjelaskan seperti apa bentuk kemungkinan aksi militer yang dimaksud.
“Saya lebih suka menyelesaikannya dengan cara yang mudah. Tapi kalau tidak bisa lewat cara mudah, maka kita akan menempuh cara keras,” ujar Trump.
USA Today melaporkan, pernyataan itu disampaikan Trump pada 9 Januari dalam sesi jumpa pers, saat ia bertemu dengan sejumlah pimpinan perusahaan minyak terbesar dunia untuk membahas investasi di Venezuela. Pertemuan itu berlangsung hanya sepekan setelah Amerika Serikat menangkap pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, dan membawanya ke New York untuk menghadapi dakwaan kasus narkotika.
Trump mengatakan, jika AS tidak masuk ke Venezuela dan berupaya menghidupkan kembali industri minyak negara tersebut, maka Rusia atau China yang akan melakukannya. Ia bahkan menyebut Venezuela sebagai “tetangga dekat” karena sama-sama berada di Belahan Barat.
“Dan omong-omong, kami juga tidak ingin Rusia atau China masuk ke Greenland. Kalau kita tidak mengambil Greenland, maka Rusia atau China akan menjadi tetangga langsung Anda,” kata Trump. “Itu tidak akan terjadi.”
Baca Juga: Rencana Penangkapan Vladimir Putin Ditolak Mentah-mentah oleh Trump
Trump juga mengklaim bahwa saat ini sudah ada kapal perusak Rusia dan China, kapal selam Rusia, serta kapal-kapal besar milik China yang berada di sekitar perairan Greenland.
Greenland merupakan wilayah otonom di bawah Denmark yang diperkirakan memiliki cadangan minyak sekitar 31 miliar barel—sekitar tiga perempat dari cadangan minyak Amerika Serikat. Namun, wilayah tersebut telah melarang kegiatan pengeboran sejak 2021 dengan alasan perlindungan lingkungan.
Tonton: Sah, OJK Berikan Izin Bursa Kripto Kedua, ICEX Siap Beroperasi
Sementara itu, penasihat Gedung Putih Stephen Miller dalam wawancara dengan CNN pada 5 Januari mempertanyakan hak Denmark untuk tetap menguasai Greenland.













