kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Cegah Rusia dan China, Alasan Donald Trump Ingin Mencaplok Greenland


Sabtu, 10 Januari 2026 / 05:53 WIB
Cegah Rusia dan China, Alasan Donald Trump Ingin Mencaplok Greenland
ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan,alasan AS perlu memiliki Greenland adalah untuk mencegah Rusia atau China mendudukinya di masa depan.? (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ambisinya untuk mencaplok wilayah Greenland yang sekarang masuk wilayah Denmark.

Alasan Trump perlu memiliki Greenland adalah untuk mencegah Rusia atau China mendudukinya di masa depan.

"Kita akan melakukan sesuatu di Greenland, suka atau tidak suka. Karena jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan mengambil alih Greenland, dan kita tidak akan memiliki Rusia atau China sebagai tetangga," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih saat bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: Pimpinan Partai Republik Tolak Opsi Militer Trump untuk Ambil Alih Greenland

Trump mengatakan AS harus mengakuisisi Greenland, meskipun sudah memiliki kehadiran militer di pulau itu berdasarkan perjanjian tahun 1951. Namun, kata Trump, kesepakatan seperti itu tidak cukup untuk menjamin pertahanan Greenland. Pulau berpenduduk 57.000 jiwa ini adalah wilayah otonom Kerajaan Denmark.

"Anda mempertahankan kepemilikan. Anda tidak mempertahankan sewa. Dan kita harus mempertahankan Greenland. Jika kita tidak melakukannya, China atau Rusia akan melakukannya," kata Trump seperti dilansir Reuters.

Trump dan para pejabat Gedung Putih telah membahas berbagai rencana untuk membawa Greenland di bawah kendali AS. Termasuk potensi penggunaan militer AS dan pembayaran sekaligus kepada penduduk Greenland sebagai bagian dari upaya untuk membujuk mereka agar memisahkan diri dari Denmark dan berpotensi bergabung dengan AS.

Para pemimpin di Kopenhagen dan di seluruh Eropa telah bereaksi dengan "ketidakpedulian" dalam beberapa hari terakhir terhadap komentar Trump dan pejabat Gedung Putih lainnya yang menegaskan "hak" mereka atas Greenland. AS dan Denmark adalah sekutu NATO yang terikat oleh perjanjian pertahanan bersama.

Pada hari Selasa, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, Inggris, dan Denmark mengeluarkan pernyataan bersama, yang menyatakan bahwa hanya Greenland dan Denmark yang dapat memutuskan masalah yang berkaitan dengan hubungan mereka.

Baca Juga: Trump Bahas Opsi untuk Akuisisi Greenland, Penggunaan Militer AS Jadi Pilihan

Selanjutnya: Konsumsi Listrik per Kapita Indonesia Melonjak

Menarik Dibaca: SAB- Intip Jadwal KRL Solo-Jogja pada Akhir Pekan 10-11 Januari 2026




TERBARU

[X]
×