kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.842   24,00   0,14%
  • IDX 8.932   6,55   0,07%
  • KOMPAS100 1.228   0,34   0,03%
  • LQ45 866   -1,24   -0,14%
  • ISSI 324   0,77   0,24%
  • IDX30 439   -1,36   -0,31%
  • IDXHIDIV20 516   -2,40   -0,46%
  • IDX80 137   0,11   0,08%
  • IDXV30 144   -0,04   -0,03%
  • IDXQ30 140   -0,96   -0,68%

Pimpinan Partai Republik Tolak Opsi Militer Trump untuk Ambil Alih Greenland


Kamis, 08 Januari 2026 / 19:49 WIB
Pimpinan Partai Republik Tolak Opsi Militer Trump untuk Ambil Alih Greenland
ILUSTRASI. USA-TRUMP/MRI (REUTERS/Kent Nishimura). Sejumlah Pimpinan Partai Republik di Kongres AS menolak wacana Trump yang membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer ambil alih Greenland.


Sumber: NBC News | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Sejumlah pimpinan Partai Republik di Kongres AS menolak wacana Presiden AS Donald Trump yang membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland. 

Mereka menilai langkah tersebut tidak pantas dan berisiko merusak hubungan Amerika Serikat dengan sekutu dekatnya.

Ketua DPR AS Mike Johnson mengatakan penggunaan militer untuk menguasai Greenland, wilayah semi-otonom di bawah Denmark yang juga anggota pendiri NATO, bukan pilihan yang tepat. 

Ia menegaskan tidak ada pihak yang benar-benar serius mempertimbangkan opsi tersebut. Pernyataan senada disampaikan Pemimpin Mayoritas Senat John Thune yang menilai aksi militer bukanlah opsi dalam isu Greenland.

Namun, Gedung Putih menegaskan sikap Trump berbeda. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa akuisisi Greenland dipandang Trump sebagai prioritas keamanan nasional. 

Menurutnya, penggunaan militer “selalu menjadi opsi” yang berada di tangan Presiden sebagai Panglima Tertinggi.

Pernyataan Trump soal Greenland mendapat sorotan luas, terutama setelah ia memerintahkan serangan militer ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro pada akhir pekan lalu. 

Trump kembali menegaskan minatnya terhadap Greenland, yang dinilai strategis secara militer dan kaya sumber daya mineral. Kepada NBC News, Trump menyebut dirinya sangat serius ingin mengakuisisi wilayah tersebut.

Pemerintah Greenland dan Denmark secara tegas menolak gagasan itu. Sejumlah negara Eropa sekutu AS juga menyatakan dukungan terhadap kedaulatan Greenland. 

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan akan bertemu pejabat Denmark pekan depan, setelah pemerintah Denmark meminta pertemuan resmi. 

Rubio menyebut niat membeli Greenland sudah ada sejak awal masa jabatan Trump.

Meski sebagian tokoh Republik tetap mendukung Trump, seperti Ketua Komite Hubungan Luar Negeri DPR Brian Mast yang menyebut militer selalu menjadi opsi, banyak politisi Republik lain menyuarakan keprihatinan. 

Ketua Komite Anggaran Senat Susan Collins menolak keras pengambilalihan Greenland, baik melalui kekuatan militer maupun insentif finansial. Senator Lisa Murkowski bahkan menyebut retorika tersebut sangat mengganggu dan mengkhawatirkan.

Kritik juga datang dari Senator Mitch McConnell yang menilai ancaman dan intimidasi terkait kepemilikan Greenland tidak pantas dan kontraproduktif. 

Ia memperingatkan bahwa penggunaan kekuatan terhadap wilayah berdaulat sekutu AS akan menjadi kesalahan strategis besar yang merusak pengaruh global Amerika.

Dari Partai Demokrat, Senator Tim Kaine mengatakan banyak sekutu NATO kecewa dan mempertanyakan komitmen AS terhadap aliansi. Ia menyebut Senat berpeluang mengajukan resolusi kewenangan perang untuk melarang Trump melakukan aksi militer sepihak terhadap Denmark atau Greenland.

Di DPR, sebagian anggota mendorong pendekatan diplomatik. Anggota DPR Mike Flood mengatakan AS, Denmark, dan Greenland siap melanjutkan kerja sama di kawasan Arktik menghadapi ancaman Rusia dan China. 

Sementara itu, anggota DPR Joe Wilson menilai retorika Trump lebih merupakan taktik negosiasi untuk memperkuat kehadiran militer AS di Greenland, bukan rencana aksi militer nyata.

Namun, kekhawatiran tetap tinggi di kalangan sekutu NATO. Anggota DPR dari Demokrat, Brendan Boyle, mengatakan mitra NATO sangat terganggu dengan situasi ini. 

Ia memperingatkan bahwa serangan AS ke Greenland akan menjadi akhir NATO dan tatanan dunia pasca-Perang Dunia II. Meski demikian, Boyle pesimistis Kongres saat ini mampu membendung langkah Trump tanpa perubahan komposisi politik di DPR pada masa mendatang.

Selanjutnya: Ternyata Ini Penyebab dan Faktor Risiko Serangan Jantung yang Penting Diketahui

Menarik Dibaca: Ternyata Ini Penyebab dan Faktor Risiko Serangan Jantung yang Penting Diketahui




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×