Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Greenland menegaskan penolakan keras terhadap wacana aneksasi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan soal keinginannya mengambil alih wilayah Arktik tersebut.
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyatakan bahwa masa depan Greenland sepenuhnya ditentukan oleh rakyatnya sendiri.
“Ancaman, tekanan, dan pembicaraan soal aneksasi tidak punya tempat di antara sesama sahabat. Sudah cukup. Tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi,” kata Nielsen melalui unggahan di Facebook, Minggu (4/1/2026) waktu setempat.
Baca Juga: Manchester United Ganti Nahkoda: Ruben Amorim Resmi Dipecat
Pernyataan itu muncul setelah Trump, dalam wawancara dengan majalah The Atlantic, kembali menegaskan ambisinya terhadap Greenland.
“Kami memang membutuhkan Greenland, benar-benar. Kami membutuhkannya untuk pertahanan,” ujar Trump.
Ia juga mengatakan akan kembali membahas isu tersebut dalam beberapa pekan ke depan.
Komentar Trump memicu kekhawatiran di Denmark, menyusul aksi Amerika Serikat yang baru saja menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer.
Greenland, yang merupakan wilayah otonom di bawah Denmark, dikhawatirkan dapat menghadapi tekanan serupa dari Washington.
Trump pertama kali mengemukakan keinginan untuk mengambil alih Greenland pada 2019, saat masa jabatan pertamanya sebagai presiden AS. Pada Desember lalu, Trump bahkan menunjuk Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland.
Landry secara terbuka mendukung gagasan penggabungan Greenland ke Amerika Serikat.
Greenland memiliki posisi strategis antara Eropa dan Amerika Utara, menjadikannya titik penting dalam sistem pertahanan rudal balistik AS.
Baca Juga: Jadi Kreditur Utama, China Minta Laporan Kredit Perbankan Terkait Venezuela
Selain itu, wilayah tersebut juga kaya sumber daya mineral, yang sejalan dengan ambisi Washington mengurangi ketergantungan pada pasokan dari China.
Dukungan terhadap Greenland dan Denmark pun mengalir dari negara-negara Eropa.
Presiden Finlandia Alexander Stubb menyatakan bahwa hanya Greenland dan Denmark yang berhak menentukan masa depan wilayah tersebut. “Tidak ada pihak lain yang bisa memutuskan,” tulisnya di media sosial X.
Prancis juga menyatakan solidaritasnya. Presiden Emmanuel Macron sebelumnya menegaskan bahwa Greenland adalah milik rakyat Greenland dan memperingatkan adanya “ambisi predator” terhadap wilayah tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menilai pernyataan Trump tentang pengambilalihan Greenland sebagai sesuatu yang “sama sekali tidak masuk akal”.













