kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45860,98   1,10   0.13%
  • EMAS913.000 -0,54%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Aktivitas pabrik di China berada di laju paling lambat pada Juli 2021


Minggu, 01 Agustus 2021 / 17:15 WIB
Aktivitas pabrik di China berada di laju paling lambat pada Juli 2021
ILUSTRASI. Aktivitas pabrik di China berada di laju paling lambat pada Juli 2021

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  BEIJING. Aktivitas pabrik di China berada di laju paling lambat pada Juli 2021 karena biaya bahan baku yang lebih tinggi, pemeliharaan peralatan, dan cuaca ekstrem yang menambah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu. 

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional (NBS), Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur turun menjadi 50,4 pada Juli dari 50,9 pada Juni. Meski begitu, angka masih di atas 50% yang menunjukkan masih ada pertumbuhan. 

Analis memperkirakan PMI China akan tergelincir ke 50,8. Itu adalah angka terendah sejak indeks merosot ke 35,7 pada Februari 2020, setelah China memulai penguncian untuk mengendalikan pandemi virus corona.

Seorang pejabat NBS,  mengarahkan sub-indeks PMI untuk produksi turun menjadi 51,0 dari 51,9 pada Juni karena terbebani biaya pemeliharaan peralatan dan cuaca ekstrem. Tak hanya itu, Sub-indeks pesanan baru juga turun menjadi 50,9, dari 51,5 yang mencerminkan permintaan melambat. 

Baca Juga: Pecahkan rekor kasus baru, Florida jadi pusat wabah corona baru di AS

"Sinyal yang paling mengkhawatirkan adalah indeks pesanan ekspor baru, yang berada di level terendah sejak Juli tahun lalu," kata Zhiwei Zhang, kepala ekonom Pinpoint Asset Management," dikutip dari Reuters, Minggu (1/8). 

Ditambah lagi, Sub-indeks untuk pesanan ekspor baru telah turun selama tiga bulan berturut-turut mulai Mei. Itu berdiri di 47,7 pada bulan Juli lalu. 

Sub-indeks untuk biaya bahan baku berada di 62,9 di bulan Juli, dibandingkan bulan sebelumnya yakni 61,2 karena peningkatan biaya. Harga bahan baku yang tinggi telah menggerogoti profitabilitas industri dan menghalangi beberapa eksportir China untuk menerima pesanan.

Pihak berwenang berkeinginan untuk mencegah kenaikan harga berdampak kepada konsumen. Sayangnya, permintaan pasar juga sedang lemah sehingga menekan perekonomian. 

Baca Juga: Ekonomi Indonesia di Tubir Jurang




TERBARU
Kontan Academy
Bongkar Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing

[X]
×