kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Akun twitter milik TV pemerintah China dibajak


Rabu, 23 Oktober 2013 / 09:33 WIB
ILUSTRASI. Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah menargetkan bisa menghapus kemiskinan ekstrem di 212 kabupaten/kota pada tahun ini.


Sumber: Reuters | Editor: Dessy Rosalina

BEIJING. Ironis. Agaknya, ini kata yang paling tepat menggambarkan situasi yang menimpa stasiun televisi milik pemeintah China (CCTV News). Pasalnya, China kini tengah berang lantaran akun twitter resmi CCTV dibajak peretas. Hal ini tentu menggelikan.

Pasalnya, negeri Tirai Bambu ini sejak lama enggan menolak kehadiran jejaring sosial 140 karakter tersebut. Pada Selasa (22/10), Zhang Xiaojian, Jurubicara CCTV News mengatakan bahwa akun twitter resmi mereka disabotase. Buktinya yaitu, peretas memposting kicauan di lini masa CCTV secara ilegal.

Yang menarik, kicauan ini berisikan informasi tentang rencana Xi Jinping, Presiden China yang berniat membentuk unit khusus untuk menginvestigasi terkait tuduhan korupsi terhadap Zhou Yongkang, mantan Kepala Keamanan Dalam Negeri China. Kicauan CCTV News ini muncul pada Senin sore (21/10), mengutip artikel di media Hong Kong yakni  South China Morning Post.

"Akun twitter CCTV News dibajak di 21 Oktober untuk mempublikasikan informasi tidak benar yang disalin dari sumber lain," tulis CCTV News dalam akun twitter-nya. Sejumlah media luar negeri, termasuk South China Morning Post belakangan ramai memberitakan rumor investigasi terhadap Zhou terkait korupsi. Zhou melepaskan jabatannya pada November 2012.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×