kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.924   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.044   157,52   2,68%
  • KOMPAS100 803   27,79   3,58%
  • LQ45 606   18,82   3,21%
  • ISSI 207   6,38   3,17%
  • IDX30 344   10,01   2,99%
  • IDXHIDIV20 425   10,62   2,56%
  • IDX80 91   3,06   3,49%
  • IDXV30 114   3,78   3,43%
  • IDXQ30 111   2,85   2,64%

Aliansi Pax Silica Meluas, AS-Filipina Percepat Kesepakatan Ekonomi Teknologi


Kamis, 21 Mei 2026 / 17:24 WIB
Aliansi Pax Silica Meluas, AS-Filipina Percepat Kesepakatan Ekonomi Teknologi
ILUSTRASI. Bendera Filipina berkibar di bekas kapal perang Angkatan Laut Filipina (Erik De Castro/REUTERS)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Amerika Serikat (AS) mempercepat pembentukan zona keamanan ekonomi teknologi bersama Filipina di tengah upaya Washington memperkuat rantai pasok teknologi global melalui aliansi Pax Silica.

Mengutip Reuters Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Ekonomi, Jacob Helberg, mengatakan kesepakatan jangka panjang antara kedua negara diperkirakan dapat tercapai dalam waktu dekat. Menurut dia, momentum kerja sama tersebut terus menguat sejak pakta awal diteken bulan lalu.

“Saya memperkirakan Amerika Serikat dan Filipina akan mencapai kesepakatan lebih cepat daripada yang diperkirakan. Ada momentum yang sangat besar di balik ini,” ujar Helberg kepada Reuters, Kamis (21/5).

Melalui kesepakatan itu, Filipina resmi menjadi negara ke-13 yang bergabung dalam Pax Silica, sebuah program yang dirancang untuk mengamankan rantai pasok teknologi global, mulai dari mineral kritis, manufaktur canggih, hingga infrastruktur data dan komputasi.

Helberg menyebutkan, aliansi tersebut berkembang cepat dari tujuh anggota pendiri pada September tahun lalu menjadi 15 anggota saat ini. Bahkan, AS memperkirakan jumlah anggota akan kembali bertambah dalam beberapa pekan mendatang.

“Kemungkinan besar kami akan memiliki 16 anggota pada akhir bulan depan,” katanya.

Baca Juga: PMI Prancis Anjlok, Risiko Resesi Zona Euro Meningkat

Dalam kerja sama tersebut, AS dan Filipina juga akan menentukan prioritas industri sektoral untuk aktivitas ekonomi yang akan dikembangkan di zona keamanan ekonomi tersebut.

Di sisi lain, pemerintah Filipina belum menyetujui permintaan AS terkait pemberian kekebalan diplomatik terhadap zona tersebut. Hal itu sebelumnya disampaikan otoritas pembangunan Filipina kepada Bloomberg.

Awal pekan ini, Helberg juga mengunjungi lokasi yang diusulkan untuk pengembangan kawasan seluas 1.620 hektare di New Clark City, sebelah utara Manila. Kunjungan itu dihadiri lebih dari selusin perusahaan AS, termasuk 8VC, Agility Robotics, Joby Aviation, dan Valar Atomics.

Ketua Foxconn Young Liu juga terlihat bergabung dalam delegasi tersebut berdasarkan foto yang diunggah di platform X.

Helberg mengatakan minat perusahaan AS terhadap proyek tersebut cukup tinggi, meski kerja sama masih berada pada tahap awal. Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri ATX Summit di Singapura dan bertemu para menteri digital negara-negara ASEAN.

Menurut Helberg, pembicaraan juga mencakup peluang kerja sama di sektor mineral dan logistik dengan Singapura serta sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Pakistan Dorong Perundingan Damai AS–Iran, Trump Buka Opsi Tekanan Militer


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×