kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Alibaba akuisisi STO Express senilai US$ 693 juta


Senin, 11 Maret 2019 / 20:23 WIB


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Perusahaan raksasa e-commerce asal China, Alibaba Group Holdings Ltd. akan membeli 14% saham perusahaan ekspedisi China STO Express Co Ltd. Kesepakatan tersebut bernilai US$ 693 juta.

Pembelian ini menjadi kali keempat Alibaba dalam menanamkan kepemilikannya di perusahaan ekspedisi China. Sebelumnya, perusahaan ini telah mengakuisisi YTO Express Group Co. Ltd., Best Inc, dan ZTO Express (Cayman) Inc.

Pihak Alibaba mengatakan, pembelian ini bertujuan untuk mewujudkan salah satu akselerasi layanannya. Perusahaan ini bertekad untuk bisa menyelesikan pengiriman barang ke wilayah mana pun di China dalam waktu 24 jam dan 72 jam ke seluruh dunia.

STO Express akan bekerja untuk Alibaba di bawah divisi logistik Alibaba, yakni Cainiao. Cainiao menyediakan perangkat lunak dan berbagi data dengan gudang, operator, dan perusahaan logistik lainnya yang membantu mengirimkan paket ke pembeli di Tmall dan Taobao, situs e-commerce terbesar Alibaba.

Sejauh ini, Cainiao memang bekerja sama dengan beberapa perusahaan logistik untuk memastikan barang yang dikirim sesuai dengan apa yang dibayar pelanggan. Sayangnya, terkadang hubungan ini tidak berjalan baik.

Pada 2017 misalnya, perusahaan ekspedisi SF Express yang menerima pengiriman dari e-commerce Alibaba berselisih mengenai kepemilikan data pelanggan.

Berkat pembelian ini, saham STO Express melonjak pada saat perdagangan di Bursa Efek Shenzhen dibuka lebih tinggi 10%. Tidak berhenti sampai di situ, STO Express pada Senin (11/3) mengumumkan, pemegang saham pengendalinya berencana untuk menjual 29,9% saham baru.




TERBARU

[X]
×