kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Amnesty International menilai Israel telah lakukan kejahatan perang di Jalur Gaza


Rabu, 19 Mei 2021 / 06:27 WIB
Amnesty International menilai Israel telah lakukan kejahatan perang di Jalur Gaza
ILUSTRASI. Asap dan api membubung tinggi di atas sebuah gedung saat serangan udara Israel, di tengah gejolak perseteruan antara Israel-Palestina, di Kota Gaza, Senin (17/5/2021).


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - LONDON. Badan kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan serangan bertubi-tubi dari Israel telah menghancurkan hampir 450 bangunan di Jalur Gaza, membuat lebih dari 52.000 warga Palestina kini terlantar.

Jens Laerke, juru bicara OCHA pada hari Selasa (18/5) melaporkan, sekitar 47.000 pengungsi telah mencari perlindungan di 58 sekolah yang dikelola PBB di Gaza.

"132 bangunan hancur dan 316 rusak parah, termasuk enam rumah sakit dan sembilan pusat kesehatan utama serta desalinasi, mempengaruhi akses air minum bagi sekitar 250.000 orang," ungkap Laerke, seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: Bukan cuma di Gaza, Israel juga bombardir Lebanon

OCHA cukup menyambut baik keputusan Israel untuk membuka perbatasan agar bantuan kemanusiaan lebih mudah dialirkan, berharap ada lebih banyak titik perbatasan yang dibuka.

Juru bicara WHO, Margaret Harris mengatakan, ada kekurangan pasokan medis yang parah di wilayah Palestina. WHO juga melihat tingginya penularan Covid-19 serta penyakit lain yang ditularkan melalui air yang berkualitas buruk.

Israel diduga melakukan kejahatan perang

Dalam pernyataan terpisah terkait konflik tersebut, Amnesty International menilai serangan Israel yang menargetkan tempat tinggal warga adalah sebuah kejahatan perang.

Di lain pihak, Israel mengatakan mereka hanya menyerang target militer yang sah dan telah berusaha untuk menghindari korban sipil.

Amnesty mengatakan telah mendokumentasikan empat serangan mematikan oleh Israel yang dilakukan di rumah-rumah hunian tanpa peringatan sebelumnya dan meminta Pengadilan Kriminal Internasional untuk menyelidiki.

Baca Juga: Di tengah kekacauan, pemerintahan Biden disebut setujui penjualan senjata ke Israel




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×