kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Analis: Jalan menuju pemulihan ekonomi Jepang akan panjang dan sulit


Kamis, 10 September 2020 / 14:33 WIB
ILUSTRASI. Bendera Jepang yang berkibar di salah satu distrik bisnis yang ada di Tokyo.


Sumber: NHK | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Tingkat konsumsi yang cenderung melemah selama pandemi juga dinilai akan mempertahankan kondisi ini dalam waktu yang cukup lama. Mengancam stabilitas ekonomi Jepang secara berkepanjangan.

Pemerintah dan pengusaha harus cepat beradaptasi

Terkait dengan ekonomi internasional, Kepala Ekonom di Mizuho Securities Kobayashi Shunsuke mengatakan, ekosistem internasional juga sedang berubah merespons dampak pandemi bagi perekonomian.

Kobayashi menyoroti keberhasilan China yang telah bangkit lebih cepat dari negara lain. Hal ini terjadi karena stimulus pemerintah yang meningkatkan output perusahaan pada periode April-Juni. Sayangnya, konsumsi domestik belum mampu mengimbangi.

Di wilayah Barat, Amerika Serikat (AS) dan Eropa, stimulus pemerintah juga sanggup menigkatkan permintaan, tapi masih ketatnya aturan lockdown menyebabkan produsen sulit memenuhi target.

Baca Juga: Puji keberhasilan China tangani pandemi, WHO: Tapi jangan berpuas diri

Kobayashi mengingatkan kepada Pemerintah Jepang, untuk cepat bereaksi atas dinamika yang sedang terjadi. 

"Pemerintah perlu menciptakan lingkungan di mana ekonomi dapat berkembang bahkan ketika dunia bergeser ke semacam globalisasi di mana pemblokiran dan pemisahan sedang berlangsung," ungkap Kobayashi kepada NHK.

Salah satu solusi yang diungkapkan Kobayashi adalah optimalisasi mekanisme kesepakatan perdagangan multilateral, seperti Trans-Pacific Partnership dan European Trade Agreement.

Di dalam negeri, para pelaku bisnis harus mengamankan jalur penjualan dan menawarkan nilai lebih pada produknya. Perusahaan yang cepat beradaptasi dalam lingkungan yang berubah-ubah lah yang nantinya dapat bertahan.

Selanjutnya: Hampir 75% anak-anak di Jepang alami stres akibat wabah virus corona




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×