kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Hampir 75% anak-anak di Jepang alami stres akibat wabah virus corona


Minggu, 06 September 2020 / 15:45 WIB
Hampir 75% anak-anak di Jepang alami stres akibat wabah virus corona


Sumber: NHK | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Survei terbaru di Jepang menunjukkan bahwa hampir tiga perempat atau 75% anak-anak di seluruh negeri mengalami tanda-tanda stres selama wabah virus corona menyerang. Pemerintah juga mulai mengkhawatirkan tentang diskriminasi dan intimidasi yang berasal dari pandemi.

Pusat Nasional Kesehatan dan Perkembangan Anak Jepang mengadakan survei online selama bulan Juni dan Juli untuk mengukur dampak wabah virus corona pada anak. Dikutip dari NHK, ada hampir 7.000 anak yang menjadi responden dalam survei ini. Semuanya berusia antara 7 hingga 17 tahun.

Survei menemukan 72% anak menunjukkan gejala stres mental. Anak-anak tersebut mengatakan bahwa memikirkan wabah virus corona membuat mereka merasa tidak nyaman sehingga memengaruhi konsentrasi mereka.

Baca Juga: Chearavanont Brothers, pengusaha pakan ternak orang terkaya di Thailand

Para responden juga mendapat pertanyaan mengenai bagaimana mereka akan bereaksi jika mereka atau keluarga mereka terinfeksi virus corona. Cukup mengejutkan, sepertiga dari anak-anak mengatakan bahwa mereka akan merahasiakannya.

Ketika ditanya mengenai perasaan mereka terhadap teman sebaya yang telah pulih dari Covid-19, 22% anak mengatakan mereka tidak ingin bermain dengan mereka. Para peneliti yang mengadakan survei ini mengatakan bahwa hal ini bisa menyebabkan diskriminasi atau intimidasi terhadap mereka yang telah terinfeksi. Para peneliti juga memperingatkan bahwa anak-anak saat ini khawatir karena liburan musim panas telah berakhir dan tidak bisa berbuat banyak.

Tekanan baru muncul di fase "New Normal"

Baca Juga: Pendidikan bahasa Korea jadi senjata baru Korea Selatan untuk perluas Hallyu




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×