kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.004,21   -4,21   -0.42%
  • EMAS1.133.000 0,18%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ancaman Siber Korut Menguat, Ini yang Bakal Dilakukan AS, Korea Selatan, dan Jepang


Selasa, 07 November 2023 / 06:09 WIB
Ancaman Siber Korut Menguat, Ini yang Bakal Dilakukan AS, Korea Selatan, dan Jepang
ILUSTRASI. AS, Korea Selatan dan Jepang sepakat untuk meluncurkan kelompok konsultasi tingkat tinggi di bidang siber. KONTAN/Muradi


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pada Senin (6/11/2023), kantor Kepresidenan Korea Selatan mengumumkan, Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang sepakat untuk meluncurkan kelompok konsultasi tingkat tinggi. 

Dibentuknya kelompok ini memiliki tujuan khusus, yakni untuk melawan aktivitas dunia maya Korea Utara yang disebut mendanai program senjata mereka lewat kegiatan yang melanggar hukum.

Melansir Reuters, Anne Neuberger, wakil penasihat keamanan nasional AS untuk dunia maya dan teknologi baru, mengadakan pembicaraan dengan rekan-rekannya dari Korea Selatan dan Jepang di Washington minggu lalu. 

Mereka sepakat untuk mengadakan pertemuan triwulanan berdasarkan kerangka baru, kata kantor kepresidenan.

“Hal ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan respons efektif ketiga negara terhadap ancaman dunia maya global, termasuk bersama-sama melawan aktivitas dunia maya Korea Utara yang disalahgunakan sebagai sumber utama pendanaan program nuklir dan senjata pemusnah massal,” kata kantor tersebut dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: AS Uji Coba Rudal Muniteman III, Ini yang Akan Dilakukan Korea Utara

Pengumuman ini muncul setelah para pemimpin ketiga negara sepakat pada pertemuan puncak pada bulan Agustus di Camp David bahwa mereka akan membentuk kelompok kerja trilateral baru untuk ancaman dunia maya di Korea Utara.

Pemantau sanksi menuduh Korea Utara menggunakan serangan siber untuk mengumpulkan dana bagi program nuklir dan rudalnya.

Selain itu, sebuah laporan PBB mengatakan Korea Utara meningkatkan pencurian mata uang kripto tahun lalu, dengan menggunakan teknik canggih untuk mencuri lebih banyak dana pada tahun 2022 dibandingkan tahun-tahun lainnya.

Baca Juga: Korut Tetapkan Hari Libur Nasional Baru untuk Peringati Peluncuran Si Rudal Monster

Korea Utara membantah tuduhan peretasan atau serangan siber lainnya.




TERBARU
Kontan Academy
Outlook 2024, Meneropong saham unggulan di Tahun Politik The Coughing Dragon | Global Market Series - China

[X]
×