kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ancaman Trump: Iran Dihantam Lebih Keras Jika Tolak Damai


Kamis, 26 Maret 2026 / 07:50 WIB
Ancaman Trump: Iran Dihantam Lebih Keras Jika Tolak Damai
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump siap “melepaskan kekuatan penuh” jika Teheran menolak mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang. (REUTERS/Evan Vucci)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya akan tetap “membela diri”.

Mengutip BBC, Araghchi menegaskan kepada media pemerintah bahwa “untuk saat ini tidak ada niat untuk bernegosiasi”.

Araghchi menyebut bahwa “negara-negara sahabat” mungkin telah menyampaikan pesan antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi hal itu tidak bisa dianggap sebagai “dialog”. Hal ini tentunya berbeda dengan pernyataan Gedung Putih yang menyebut pembicaraan masih berlangsung.

Sebelumnya, Iran juga telah mengajukan lima syarat untuk mengakhiri perang, menurut seorang pejabat Iran kepada media pemerintah. Syarat tersebut mencakup penghentian konflik “di semua front” serta pembayaran reparasi.

Hal ini muncul setelah Iran dilaporkan menerima rencana 15 poin dari Amerika Serikat. Teheran awalnya menolak rencana tersebut, namun Araghchi kemudian mengatakan bahwa “jika perlu mengambil posisi, maka hal itu pasti akan ditentukan”.

Tonton: Respons Gejolak Energi, Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Baru

Di lapangan, rekaman menunjukkan kepulan asap di sebuah pembangkit listrik di Israel setelah serangan rudal yang diduga diluncurkan Iran, sementara sistem pertahanan udara Iran terdengar aktif di Teheran.




TERBARU

[X]
×