kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Angka kelahiran Jepang 2014 capai titik terendah


Jumat, 02 Januari 2015 / 14:44 WIB
ILUSTRASI. Masjid Agung Banten menjadi ikon sejarah di kota Serang yang letaknya berada di kawasan kota lama.


Sumber: BBC | Editor: Edy Can


TOKYO. Selain mengalami krisis ekonomi, Jepang juga sedang mengalami masalah kependudukan yang cukup serius. Angka kelahiran di Negeri Sakura tersebut pada 2014 lalu ternyata mencatat rekor terendah sepanjang masa.

Kementerian Kesehatan Jepang memaparkan, angka kelahiran di Jepang pada 2014 lalu mencapai 1.001.000 bayi. Angka fertilitas ini melorot 9.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Selama empat tahun terakhir angka kelahiran terus melorot. Sementara angka kematian justru terus meningkat. Tahun lalu, angka mortalitas di Jepang mencapai 1,3 juta orang.

Pengamat memperkirakan, populasi Jepang akan menurun menjadi 97 juta pada 2050 mendatang. Angka ini menurun 30 juta dibandingkan populasi sekarang.

Para pakar mengatakan, dampak penurunan populasi Jepang ini sangat beragam. Ada yang mengatakan, berkurangnya jumlah penduduk berusia 15 tahun hingga 64 tahun akan berpotensi memangkas pertumbuhan Jepang dan menenggelamkan GDP-nya.

Selanjutnya, dampak itu akan mempengaruhi sistem dana pensiun dan elemen kesejahteraan sosial lainnya. Daerah pedesaan akan yang terkena dampak paling parah akibat masalah ini.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×