CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Angkatan udara dan industri dirgantara Eropa makin tertinggal dari AS dan China


Senin, 17 Juni 2019 / 16:42 WIB

Angkatan udara dan industri dirgantara Eropa makin tertinggal dari AS dan China


KONTAN.CO.ID - PARIS. Angkatan udara dari negara-negara Eropa dinilai makin terancam oleh kekuatan militer yang dimiliki Amerika Serikat dan China. Di mana industri kedirgantaraan dari kedua negara tersebut makin maju pesat.

Seperti diberitakan AFP, para pemimpin Eropa tengah bersiap untuk meresmikan peluncuran jet tempur generasi baru pada hari Senin waktu setempat. Namun, sejumlah analis memperingatkan angkatan udara benua tersebut semakin tertinggal oleh AS dan industri kedirgantaraan China yang tak ragu menggelontorkan uangnya.


Presiden Prancis Emmanuel Macron akan menghadiri pembukaan Paris Air Show di mana para menteri pertahanan Prancis, Jerman dan Spanyol akan menandatangani kerangka kerja sama untuk Future Air Combat Air System (FCAS).

Kehadiran jet tempur baru adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk menyatukan kekuatan militer Eropa dan mengurangi ketergantungannya pada peralatan AS. Proyek ini juga akan mencakup pengembangan drone dan rudal jelajah.

Proyek ini akan dipelopori oleh Airbus dan Dassault Aviation Prancis, yang bertujuan untuk memiliki pesawat baru untuk mengudara mulai tahun 2040. Namun proyek jet tempur tersebut juga sudah memiliki saingan di kandang sendiri, yakni proyek jet tempur siluman Tempest yang diikuti oleh Inggris, Italia dan Belanda.

Selain itu pengeluaran pertahanan oleh negara-negara Eropa masih jauh di belakang AS serta China. "Ada ketidakseimbangan yang semakin mencolok antara cara Eropa membangun industri penerbangan, ruang angkasa dan pertahanannya," kata Philippe Plouvier dari Boston Consulting Group di Paris.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah mendukung pengeluaran pertahanan yang sangat tinggi tahun ini yakni sebesar US$ 700 miliar, dibandingkan dengan US$ 200 miliar pada tahun 2002. Hal ini merupakan keuntungan bagi para pemimpin industri seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman dan General Dynamics.

Di sisi lain China juga telah banyak berinvestasi dan menjadi negara dengan belanja pertahanan terbesar kedua pada tahun lalu dengan sekitar US$ 250 miliar.

Sebagai perbandingan, lima negara terbesar Eropa yakni Jerman, Prancis, Inggris, Italia dan Spanyol secara gabungan hanya menghabiskan US$ 200 miliar pada tahun lalu.


Sumber : AFP
Editor: Tendi
Video Pilihan

Tag
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.0013 || diagnostic_web = 0.1976

Close [X]
×