kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 16.983   9,00   0,05%
  • IDX 6.930   -206,84   -2,90%
  • KOMPAS100 955   -33,47   -3,39%
  • LQ45 706   -22,47   -3,09%
  • ISSI 241   -8,58   -3,44%
  • IDX30 382   -9,84   -2,51%
  • IDXHIDIV20 477   -9,59   -1,97%
  • IDX80 108   -3,76   -3,38%
  • IDXV30 130   -2,08   -1,58%
  • IDXQ30 124   -2,98   -2,35%

Anomali Perang Iran: AS Optimis Usai Cepat, Iran Tegas Tolak Negosiasi


Senin, 16 Maret 2026 / 04:44 WIB
Anomali Perang Iran: AS Optimis Usai Cepat, Iran Tegas Tolak Negosiasi
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan, negaranya siap mempertahankan diri selama yang diperlukan. (REUTERS/Ramil Sitdikov)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Sejumlah pejabat Amerika Serikat memprediksi konflik tersebut bisa berakhir dalam beberapa pekan ke depan, meski Iran menegaskan negaranya tetap kuat dan siap mempertahankan diri.

Reuters melaporkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan mengancam akan melancarkan serangan tambahan terhadap pusat ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg. Ia juga menegaskan belum siap mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah menutup jalur strategis Selat Hormuz dan mengguncang pasar energi global.

Trump sebelumnya menyebut Iran ingin bernegosiasi. Namun klaim tersebut dibantah oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.

“Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami juga tidak pernah meminta negosiasi. Kami siap mempertahankan diri selama yang diperlukan,” kata Araqchi dalam wawancara dengan program televisi CBS “Face the Nation”.

Pejabat AS Prediksi Konflik Segera Berakhir

Meski harga minyak mentah global masih bertahan di kisaran 100 dolar AS per barel, pemerintah Amerika tetap optimistis konflik ini tidak akan berlangsung lama.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan perang diperkirakan berakhir dalam beberapa minggu ke depan. Jika itu terjadi, pasokan energi global diperkirakan kembali meningkat dan harga minyak bisa turun.

“Konflik ini hampir pasti akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan, bahkan mungkin lebih cepat. Setelah itu pasokan energi akan pulih dan harga kemungkinan turun,” ujar Wright dalam program ABC “This Week”.

Baca Juga: Kapal India Berisi Minyak Murban Berlayar dari Fujairah Usai Serangan Drone

Di sisi lain, Iran mencoba menunjukkan bahwa negaranya tetap dalam kondisi stabil. Araqchi menegaskan perang ini bukan ancaman eksistensial bagi Iran.

“Kami stabil dan cukup kuat. Kami tidak melihat alasan untuk berbicara dengan Amerika, karena kami sedang bernegosiasi ketika mereka memutuskan menyerang kami untuk kedua kalinya,” katanya.

Ancaman Serangan Tambahan dan Dampak Kemanusiaan

Memasuki pekan ketiga perang, Trump menyatakan serangan AS telah “menghancurkan total” sebagian besar fasilitas energi di Pulau Kharg. Ia bahkan memperingatkan kemungkinan serangan tambahan.

Komentar tersebut dianggap meningkatkan eskalasi konflik yang telah meluas di Timur Tengah dan menewaskan lebih dari 2.000 orang, sebagian besar di Iran dan Lebanon.

World Health Organization menyatakan telah menyalurkan dana darurat sebesar 2 juta dolar AS untuk membantu negara-negara di kawasan tersebut. Perang juga memicu perpindahan penduduk besar-besaran, dengan lebih dari 100.000 orang di Iran meninggalkan tempat tinggalnya dan hingga 700.000 orang di Lebanon mengungsi di dalam negeri.

Sementara itu, upaya sejumlah sekutu Timur Tengah untuk membuka jalur diplomasi disebut belum mendapat respons positif dari Washington. Iran juga menyatakan telah menembakkan lebih banyak rudal ke Israel dan tiga pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Baca Juga: Operasi Bongkar Muat Minyak Fujairah Kembali Berjalan Usai Serangan Drone

Ancaman Krisis Energi Global

Perang yang masih berlangsung juga memicu kekhawatiran terhadap krisis energi global. Jalur pelayaran di Selat Hormuz menjadi titik krusial karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati wilayah tersebut.

Sejak Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari, sebagian besar aktivitas pelayaran global di jalur tersebut terganggu.

International Energy Agency menyatakan minyak dari cadangan darurat global akan segera dilepas ke pasar. Negara-negara anggota berkomitmen menyediakan sekitar 411,9 juta barel untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Di sisi lain, pusat pengisian bahan bakar kapal global di Fujairah sempat ditutup setelah serangan rudal pada Sabtu, namun kembali beroperasi sehari kemudian.

Trump juga meminta negara-negara besar seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk bekerja sama membuka kembali jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer disebut telah berbicara dengan Trump mengenai pentingnya membuka kembali jalur tersebut.

Sementara itu, Uni Eropa sedang mempertimbangkan kemungkinan memperluas misi angkatan laut regional untuk melindungi kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut.

Iran Bantah Serang Area Sipil

Araqchi juga membantah tuduhan bahwa Iran menyerang wilayah sipil di Timur Tengah. Ia mengatakan Iran siap membentuk komite bersama negara-negara tetangga untuk menyelidiki siapa yang bertanggung jawab atas serangan terhadap area sipil.

Namun ketegangan terus meningkat. Garda Revolusi Iran kembali meluncurkan serangan rudal dan drone ke target di Israel serta pangkalan militer AS di kawasan.

Iran juga menyatakan belum menggunakan sistem rudal terbarunya dalam konflik ini.

Tonton: 6.000 WNI Masih Tertahan Akibat Konflik Timur Tengah, Ini Penjelasan Kemenlu

Di sisi lain, Israel mengklaim telah menyerang sejumlah target militer di Iran barat, termasuk markas Garda Revolusi dan milisi Basij di kota Hamadan.

Sumber keamanan Israel juga menyebut militer negara tersebut mulai menargetkan jalan dan jembatan yang diduga digunakan komandan Garda Revolusi untuk mobilisasi pasukan.

Ketegangan yang terus meningkat ini membuat prospek perdamaian masih belum jelas, sementara risiko krisis energi global dan instabilitas geopolitik tetap tinggi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×