kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

Anomali Spotify: Q1 Rekor, Q2 Justru Diprediksi Melorot Drastis


Selasa, 28 April 2026 / 18:05 WIB
Diperbarui Selasa, 28 April 2026 / 18:16 WIB
Anomali Spotify: Q1 Rekor, Q2 Justru Diprediksi Melorot Drastis
ILUSTRASI. Spotify memperkirakan pendapatan operasional di kuartal dua akan sebesar € 630 juta (dok/Spotify)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Spotify memperkirakan nilai pendapatan dan jumlah pelanggan premium di kuartal kedua akan berada di bawah konsensus proyeksi analis. Perusahaan streaming musik asal Swedia ini mengumumkan, Selasa (28/4/2026), proyeksi pendapatan operasional di kuartal dua akan sebesar € 630 juta, atau sekitar Rp 12,70 triliun.

Reuters melaporkan, konsensus proyeksi analis memperkirakan pendapatan di periode tersebut bisa mencapai € 684 juta. Proyeksi tersebut sangat kontras dengan pendapatan operasional Spotify yang mencapai rekor € 715 juta di kuartal pertama, berkat pajak gaji yang lebih rendah. Angka tersebut melampaui konsensus proyeksi sebesar € 681,6 juta.

Pajak tersebut, yang disebut biaya sosial, terkait dengan nilai harga saham perusahaan, karena harga saham yang lebih rendah dapat menyebabkan penurunan biaya. Saham Spotify telah turun sekitar 15% sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok ke Terendah 3 Pekan, Tertekan Lonjakan Minyak

Pengumuman soal kinerja tersebut menjadi tanda perlambatan pertumbuhan raksasa streaming Swedia tersebut di pasar utamanya di Eropa dan Amerika Utara. Investor memantau dengan cermat profitabilitas perusahaan setelah kenaikan harga dan upaya pengurangan biaya dalam beberapa tahun terakhir, di tengah fokus Spotify mengembangkan fitur akal imitasi (AI) untuk meningkatkan penemuan dan keterlibatan.

Awal bulan ini, perusahaan juga memperluas fitur Prompted Playlist, yang memungkinkan pengguna membuat daftar putar berdasarkan kebiasaan mendengarkan mereka, untuk menyertakan podcast.

Perkiraan pengguna aktif bulanan atawa monthly active user (MAU) triwulanan sebesar 778 juta, melebihi perkiraan 773 juta. Sementara jumlah pelanggan premium diprediksi mencapai 6 juta pelanggan menjadi 299 juta. Ini di bawah konsensus proyeksi analis, yang memprediksi jumlah pelanggan premium meningkat jadi 302 juta.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus US$110, Pasar Global Cermati Kebuntuan Konflik Iran

Pelanggan premium meningkat 9% menjadi 293 juta pada kuartal pertama, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan 294,5 juta. Tapi penambahan bersih MAU sebesar 10 juta menjadikan totalnya 761 juta, melebihi perkiraan 756,6 juta.

Pendapatan kuartal pertama Spotify naik 8% menjadi € 4,53 miliar, sesuai dengan perkiraan. Proyeksi konsensus analis, pendapatan di kuartal dua sebesar € 4,8 miliar. Proyeksi Spotify sedikit lebih rendah, yakni sebesar € 4,77 miliar.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×