Apple akan Mengurangi Ketergantungan Chip Produksi Asia

Kamis, 17 November 2022 | 13:25 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Apple akan Mengurangi Ketergantungan Chip Produksi Asia

ILUSTRASI. Apple tengah berupaya mengurangi ketergantungan pada chip yang diproduksi di kawasan Asia. REUTERS/Gonzalo Fuentes


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Apple tengah berupaya mengurangi ketergantungan pada chip yang diproduksi di kawasan Asia. Oleh karena itu, perusahaan ini sedang mencari sumber chip masa depan di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. 

CEO Apple, Tim Cook, pada pertemuan internal yang diadakan di Jerman, mengatakan bahwa Apple bersiap mendapatkan pasokan chip dari pabrik di Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun ke depan. 

Dalam pertemuan dengan karyawan teknik dan ritel lokal itu, dia mengatakan pihaknya sudah membuat keputusan untuk mendapat pasokan chip dari pabrik di Arizona. Langkah itu dinilai dapat mengurangi ketergantungan Apple pada pabrik-pabrik di Asia, khususnya Taiwan.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di China Naik, Beijing dan Sejumlah Kota Catat Rekor Harian

Taiwan merupakan pusat produksi chip dimana sebanyak 60% prosesor dunia diproduksi di negara ini. Cook menambahkan bahwa Apple juga dapat memperluas pasokan chip dari pabrik di Eropa.

“Kami telah membuat keputusan untuk membeli sebuah pabrik di Arizona, dan pabrik di Arizona ini mulai beroperasi pada tahun 2024, jadi kami memiliki waktu sekitar dua tahun di depan kami untuk yang satu itu. Saya yakin kami juga akan mengambil dari Eropa karena rencana itu menjadi lebih jelas,” kata Cook dilansir dari Bloomberg, Kamis (17/11).

Kemungkinan besar pabrik yang dimaksud Cook adalah pabrik Arizona yang sedang dibangun Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) saat ini. TSMC adalah mitra pembuat chip eksklusif Apple. Pelanggan lain TSMC diantaranya NVIDIA, MediaTek, AMD, dan ARM.  Pabrik yang berlokasi di dekat Phoenix, Arizona, itu ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2024 dengan kapasitas produksi 20.000 chip per bulan.

Namun, pabrik yang dimaksud Cook bisa jadi bukan pabrik TSMC ini. Sebelumnya dilaporkan bahwa Apple berencana untuk mengadopsi proses pembuatan chip 3-nanometer baru, sedangkan pabrik Arizona TSMC ini akan memproduksi chip menggunakan proses produksi 5 nanometer.

TSMC  juga berencana untuk membukan pabrik kedua di Arizona yang kemungkinan digunakan memproduksi chipset untuk produk Apple generasi mendatang. Rencana pendirian pabrik chipset di AS ini tak terlepas dari kebijakan pemerintahan AS yang mendorong perusahaan memproduksi chip di AS melalui insentif keuangan.

Pemerintah ingin perusahaan teknologi raksasa AS untuk mengurangi ketergantungannya terhadap China. Hal ini mengingat tensi ketegangan China dan AS yang semakin memanas sejak perang Rusia dan Ukraina. Pemerintah AS memberikan insentif sekitar US$ 50 miliar untuk mendorong manufaktur semikonduktor di AS.

Selain itu, TSMC dikabarkan juga sedang menjajaki pendirian pabrik chip di Jerman. Sama seperti AS, Eropa juga ingin membujuk produsen semikonduktor untuk membuka pabrik di wilayah tersebut untuk meningkatkan daya saing dan ketahanannya dalam teknologi dan aplikasi semikonduktor.

Baca Juga: Investasi Baru Semikonduktor, AS dan Jepang Berambisi Mengembalikan Masa Kejayaan

Produsen chip lain, Intel Corp dikabarkan juga membangun pabrik di Arizona yang ditargetkan akan beroperasi paling cepat pada 2024. Intel bekerjasama dengan  perusahaan penanam modal asal Kanada Brookfield menginvestasikan US$ 30 miliar untuk bangun pabrik tersebut.  Dana investasi tersebut diguyurkan dengan tujuan untuk memperluas situs manufaktur Intel di kawasan Amerika Serikat.

Intel pernah menjadi pemasok utama untuk Apple selama bertahun-tahun. Namun, keduanya bercerai setelah Apple  memilih mengembangkan chipset buatan sendiri untuk digunkana dalam produksi Mac dan produk lainnya. Dengan begitu, kecil kemungkinan Intel akan kembali memasok chip untuk Apple. 

Prosesor merupakan inti dari hampir setiap produk Apple, baik itu komputer desktop Mac Pro kelas atas, iPhone, atau bahkan AirPods. Chip tersebut dirancang oleh Apple dan kemudian diproduksi oleh TSMC. Membawa sebagian dari produksi itu kembali ke AS, setelah bertahun-tahun mengandalkan Asia, akan menjadi langkah yang signifikan.

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru