kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

April, inflasi China terendah dalam 18 bulan


Jumat, 09 Mei 2014 / 10:27 WIB
Deretan gedung perkantoran terlihat dari kejauhan yang berada di pusat perkantoran Jakarta, Kamis (15/12/2022). Fitch pangkas laju ekonomi Indonesia. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BEIJING. Tingkat inflasi di China bergerak moderat ke level terendah dalam 18 bulan terakhir. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistisk China, indeks harga konsumen Negeri Panda ini hanya naik 1,8% pada April. Sekadar informasi, tingkat inflasi Maret adalah 2,4%.

Sementara itu, nilai estimasi inflasi hasil survei Bloomberg menunjukkan angka 2,1%. Adapun indeks harga produsen kembali turun untuk 26 bulan berturut-turut sebesar 2% pada April setelah turun 2,3% pada Maret.

Data yang dirilis pada hari ini (9/5) tersebut menambah sinyal bahwa tingkat permintaan domestik China masih rendah. Hal ini sejalan dengan penurunan harga komoditas dan kian meningkatnya kapasitas produksi pada sejumlah industri termasuk di dalamnya baja dan semen.

Rendahnya tekanan inflasi akan mendorong People's Bank of China untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter dengan tujuan menyokong perekonomian. Jika tidak, target pertumbuhan ekonomi pemerintahan Perdana Menteri Li Keqiang sebesar 7,5% terancam gagal dicapai.

"Kami yakin ini merupakan kali pertama bagi POBC untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter lebih jauh lagi. Risiko deflasi kian meningkat, dan memangkas rasio giro wajib minimum perbankan dapat membantu menurunkan tingkat suku bunga pinjaman bagi perusahaan China," jelas Liu Li-Gang, chief Greater China economist Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Hong Kong.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×