kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.790   -40,00   -0,24%
  • IDX 8.262   130,16   1,60%
  • KOMPAS100 1.166   20,36   1,78%
  • LQ45 838   8,57   1,03%
  • ISSI 295   6,66   2,31%
  • IDX30 435   3,63   0,84%
  • IDXHIDIV20 518   -0,43   -0,08%
  • IDX80 130   2,04   1,59%
  • IDXV30 142   0,91   0,64%
  • IDXQ30 140   -0,07   -0,05%

Arab Saudi masih pertimbangkan ibadah haji, tapi hanya 20% dari kuota


Senin, 08 Juni 2020 / 22:31 WIB
Arab Saudi masih pertimbangkan ibadah haji, tapi hanya 20% dari kuota
ILUSTRASI. Seorang pekerja membersihkan dan mensterilkan Ka'bah, setelah wabah penyakit virus corona (COVID-19), menjelang bulan suci Ramadan, di kota suci Mekah, Arab Saudi, 21 April 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Tapi, beberapa pejabat Arab Saudi masih mendesak pembatalan ibadah haji tahun ini, yang akan bergulir akhir Juli nanti, menurut tiga sumber tersebut.

Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Hanya, membatasi atau membatalkan ibadah haji akan semakin menekan keuangan Pemerintah Arab Saudi yang terkena dampak harga minyak yang anjlok dan pandemi virus corona baru. Analis memprediksikan, kontraksi ekonomi Kerajaan yang parah tahun ini.

Baca Juga: Menteri Agama putuskan pembatalan haji tanpa persetujuan DPR

Pada Minggu (7/8), Arab Saudi menghentikan penerbangan penumpang internasional dan memberlakukan kembali jam malam di Jeddah, salah satu tujuan ibadah haji, setelah lonjakan infeksi di kota itu.

Pada 2019, ada sekitar 19 juta jemaah umrah dan 2,6 juta jemaah haji. Rencana reformasi ekonomi Putra Mahkota Mohammed bin Salman bertujuan untuk meningkatkan kapasitas umrah dan haji menjadi 30 juta jemaah setiap tahun dan menghasilkan pendapatan 50 miliar riyal (US$ 13,32 miliar) pada 2030 mendatang.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×