kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Arab Saudi membantah terlibat dalam mengungkap skandal perselingkuhan Jeff Bezos


Senin, 11 Februari 2019 / 09:19 WIB
Arab Saudi membantah terlibat dalam mengungkap skandal perselingkuhan Jeff Bezos

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi membantah pihaknya memiliki hubungan apa pun dengan National Enquirer yang melaporkan hubungan di luar nikah atau perselingkuhan yang menyeret Kepala Eksekutif Amazon.com In Jeff Bezos.  

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi ini dalam merespon tudingan orang terkaya sejagat ini pada Kamis pekan lalu, yang mengatakan bahwa American Media Inc (AMI), pemilik Enquirer, yang mencoba memerasnya dengan ancaman menerbitkan "foto-foto intim" yang diduga dikirimnya kepada pacarnya, kecuali dia mengatakan, di depan publik bahwa tabloid AS ini melaporkan hubungan terlarang tersebut tidak dimotivasi secara politik.


Dalam postingan di blog, Bezos menyinggung ketidaksenangan Arab Saudi dalam artikel liputan di Washington Post milik Bezos, tentang pembunuhan kolumnis dan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi. Bezos juga merujuk laporan media tentang dugaan hubungan antara AMI dan Arab Saudi.

"Ini adalah sesuatu di antara kedua pihak, kami tidak ada hubungannya dengan itu," ujar Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir kepada CBS seperti dikutip dari Reuters ketika ditanya apakah pemerintah Saudi terlibat dalam kebocoran Enquirer.

"Kedengarannya bagiku seperti opera sabun," lanjutnya dalam sebuah wawancara yang akan ditayangkan pada hari Minggu, yang kutipannya diposting di situs web CBS. Jubeir mengatakan dia tidak mengetahui adanya hubungan antara pemerintah Saudi dan AMI atau CEO-nya David Pecker.

AMI mengatakan pada hari Jumat bahwa laporannya tentang Bezo adalah sah dan akan menyelidiki klaimnya.

Pembunuhan Khashoggi di konsulat Istanbul kerajaan Oktober lalu menegangkan hubungan Arab Saudi dengan sekutu Barat, mengekspos kerajaan itu untuk kemungkinan sanksi dan menodai citra penguasa de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

 



TERBARU

[X]
×