kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Arab Saudi Sebut Kapasitas Pipa East-West Kembali Pulih Usai Diserang Iran


Minggu, 12 April 2026 / 14:11 WIB
Arab Saudi Sebut Kapasitas Pipa East-West Kembali Pulih Usai Diserang Iran
ILUSTRASI. Pengiriman minyak melalui Selat Hormuz masih terbatas (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - KAIRO. Arab Saudi berhasil memulihkan kapasitas pengiriman minyak melalui jalur pipa East-West. Sebelumnya, jalur pipa ini terkena serangan dari Iran.

Reuters melaporkan, mengutip pernyataan pemerintah Arab Saudi, Minggu (12/4/2026), kapasitas pemompaan minyak di jalur pipa East-West kembali mencapai sekitar tujuh juta barel per hari.

Pemerintah Arab Saudi mengatakan fasilitas energi dan pipa yang terkena dampak serangan selama konflik Iran telah pulih dan kapasitas operasionalnya telah dipulihkan.

Baca Juga: Harga BBM Melonjak, Warga AS Tertekan Dampak Perang Iran dan Krisis Energi

Sebelumnya, jalur pipa dari Arab Saudi menuju Laut Merah tersebut mengalami serangan dari Iran. Serangan tersebut mengurangi kapasitas pengiriman hingga 700.000 barel per hari.

Selama konflik di Timur Tengah, Arab Saudi mengandalkan jalur pipa ini untuk mengekspor minyak mentah. Riyadh tidak dapat mengekspor melalui Selat Hormuz karena serangan Iran.

Ini bukan serangan satu-satunya terhadap infrastruktur energi di Arab Saudi. Sebelumnya, serangan terhadap fasilitas produksi Manifa dan Khurais telah memangkas produksi Arab Saudi hingg 600.000 barel per har. Beberapa kilang juga telah diserang.

Baca Juga: Trump Klaim Banyak Kapal Tanker Menuju AS di Tengah Krisis Energi Global

Kekhawatiran serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah kembali meruyak lantaran kesepakatan perdamaian tampaknya gagal tercapai. Delegasi AS akhirnya meninggalkan negosiasi di Pakistan. Kekhawatiran gencatan senjata berakhir pun menguat.

Selain itu, kekhawatiran Iran akan kembali memperketat blokade pada arus pelayaran di Selat Hormuz juga mengemuka. Para petinggi perusahaan minyak menegaskan, selat tersebut tetap tertutup untuk lalu lintas kendati ada gencatan senjata. Kapal yang melintas harus mendapat izin Iran.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×