kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.093   13,00   0,07%
  • IDX 5.447   58,84   1,09%
  • KOMPAS100 705   8,36   1,20%
  • LQ45 549   4,58   0,84%
  • ISSI 187   3,18   1,73%
  • IDX30 307   1,72   0,56%
  • IDXHIDIV20 404   4,19   1,05%
  • IDX80 81   0,85   1,06%
  • IDXV30 113   1,87   1,69%
  • IDXQ30 102   0,69   0,68%

Argentina & Turki Juara Inflasi di G20, China Masuk Jurang Deflasi, Bagaimana RI?


Rabu, 15 Oktober 2025 / 07:36 WIB
ILUSTRASI. Laporan bulanan G20 Inflation Tracker terbaru untuk Agustus 2025 menyoroti betapa lebarnya kesenjangan inflasi di negara G20.


Sumber: Visual Capitalist | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Inflasi masih menjadi salah satu persoalan ekonomi paling mendesak di dunia. Laporan bulanan G20 Inflation Tracker terbaru untuk Agustus 2025 menyoroti betapa lebarnya kesenjangan pertumbuhan harga di antara negara-negara ekonomi terbesar dunia.

Mengutip Visual Capitalist, data dari kantor statistik nasional masing-masing anggota G20 yang divisualisasikan oleh Aneesh Anand menunjukkan perbedaan mencolok: sebagian negara masih menghadapi lonjakan harga konsumen, sementara sebagian lain justru berjuang melawan deflasi.

Negara dengan Inflasi Tertinggi dan Terendah di G20 (Agustus 2025)

  • Argentina: 33,6%
  • Turki (Türkiye): 33,0%
  • Rusia: 8,1%
  • Brasil: 5,1%
  • Inggris: 3,8%
  • Meksiko: 3,6%
  • Afrika Selatan: 3,3%
  • Australia: 3,0%
  • Amerika Serikat: 2,9%
  • Jepang: 2,7%
  • India: 2,1%
  • Zona Euro: 2,0%
  • Kanada: 1,9%
  • Korea Selatan: 1,7%
  • Indonesia: 2,3%
  • Arab Saudi: 2,3%
  • China: -0,4%

Baca Juga: Sentil Delapan Provinsi dengan Inflasi Tinggi

Sekilas terlihat bahwa Argentina (33,6%) dan Turki (33%) masih menjadi dua negara dengan inflasi tertinggi di dunia, sedangkan China menjadi satu-satunya anggota G20 yang mengalami deflasi.

Argentina: Inflasi Masih Tinggi, Tapi Mulai Melambat

Meski masih memimpin daftar inflasi G20, tren harga di Argentina menunjukkan tanda-tanda mulai mereda. Inflasi bulanan pada Agustus tercatat hanya naik 1,9%, angka terendah sejak 2022.

Namun, bertahun-tahun salah kelola ekonomi, kontrol mata uang, dan pelemahan peso telah meninggalkan dampak mendalam. Dukungan keuangan terbaru dari AS bisa membantu menstabilkan ekonomi Argentina untuk sementara, tetapi tanpa reformasi struktural, tekanan inflasi bisa kembali.

Baca Juga: Powell Tantang Inflasi: The Fed Siap Pangkas Bunga Lagi

Turki: Suku Bunga Rendah dan Lira Lemah Bikin Harga Melonjak

Turki masih mencatat inflasi tinggi di 33%, terutama akibat lonjakan harga pangan, energi, dan perumahan.

Kebijakan bank sentral yang memangkas suku bunga di tengah inflasi tinggi menuai kritik luas karena dinilai kontraproduktif.

Harga konsumen pada Agustus naik lebih dari perkiraan, menguji kredibilitas kebijakan moneter negara itu.

Pelemahan tajam nilai tukar lira juga memperparah inflasi karena biaya impor meningkat. Tanpa perubahan kebijakan yang tegas, tekanan harga kemungkinan akan berlanjut.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×